BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Peralatan Cold Storage dan Air Blast Freezer (ABF) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Wameo Kota Baubau kembali diaktifkan setelah dua tahun tidak berfungsi pascapenyerahan kewenangan aset tersebut ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau Muh Rasman Manafi melalui Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Yulia Widiarti mengatakan, pengaktifan kembali mesin penyimpanan dingin dan alat pendingin untuk pembekuan itu berdasarkan surat Dinas Perikanan Provinsi Sultra tertanggal 5 Desember 2023.
“Alhamdullilah, hari ini cold storage dan ABF yang ada di PPI Wameo sudah kembali diaktifkan dan tadi bersama Pak Walikota Baubau sudah dilakukan pengoperasiannya. Dinas Perikanan mewakili Pemkot Baubau mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sultra yang sudah merekomendasikan untuk difungsikannya kembali sementara cold storage dan ABF itu,” ucap Yulia, di Baubau, Selasa (12/12/2023).
Pengaktifan kembali cold storage dan ABF itu setelah sekitar dua tahun tidak beroperasi karena penyerahan aset ke Pemerintah Provinsi Sultra yang memang sesuai amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014 bahwa semua pelabuhan-pelabuhan perikanan itu dalam kewenangan provinsi kecuali tempat pelelangan ikan (TPI) yang merupakan kewenangan kabupaten/kota.
Yulia mengatakan, difungsikannya kembali cold storage dan ABF tersebut merupakan salah satu strategi daerah itu dalam penanganan inflasi yang memang beberapa bulan ini berada di posisi 10 besar dan salah satu komoditas penyumbang adalah dari berbagai jenis ikan seperti cakalang, layang, selar dan bibit tuna.
“Memang hampir setiap bulan persentasenya itu saling bergantian, artinya ketika bulan ini ikan selar, bulan depan cakalang. Dan memang salah satu indikator kenapa di Baubau justru inflasi pada komoditas ikan karena tidak adanya penyimpanan yang bisa menampung ikan-ikan pada saat musim ikan atau lagi banyak,” katanya.
Sehingga, lanjut dia, nelayan-nelayan didaerah itu kebanyakan menjual hasil tangkapannya ke daerah lain seperti ke Buton, Buton Selatan (Busel) ataupun ke perusahaan-perusahaan sehingga kebutuhan untuk masyarakat kurang terpenuhi.
“Harapannya dengan diaktifkannya kembali cold storoge dan ABF ini, aktiftas nelayan dalam proses jual beli ikan itu akan stabil nantinya dan kita tidak akan takut lagi kalau ada ikan-ikan yang saat musim-musim tertentu kelebihan stok, karena sudah ada cadangan tempat penyimpanan,” katanya.

Bahkan, kata mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Baubau ini, kedepan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PSDKP, Syahbandar, Perhubungan pada Januari 2024 semua kapal-kapal ataupun perahu-perahu nelayan akan mendaratkan ikannya di PPI Wameo, begitu juga ikan-ikan yang dari luar daerah baik dari Buton, Busel maupun dari Buteng akan diarahkan semua melalui PPI.
“Ini kedepan akan berdampak kepada peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dalam hal retribusi. Jadi kalau seandainya kapal-kapal yang selama ini yang identitasnya itu adalah nelayan kita itu diharuskan untuk mendaratkan ikannya di PPI Wameo, begitu juga yang dari luar daerah harus masuk melalui PPI wameo, jadi ikannya akan dilelang disana dan otomatis kita akan mendapatkan retibusi dari situ,” ujar mantan Kepala BPKAD Baubau ini.
Kemudian juga, tambah Yulia Widiarti, untuk pendataan pihaknya akan lebih tertib dan akan mengetahui ikan yang keluar masuk di Kota Baubau sehingga lebih terkontrol, begitu pun ikan-ikan yang akan di ekspor.(Adm)












