KSOP Baubau Gelar Bakti Sosial dan Upacara Peringati Harhubnas 2026

BAUBAU, (PANTAUTODAY) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara, melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2026. Tema Harhubnas tahun ini yakni, “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”.

Sebelum pelaksanaan upacara, KSOP Baubau juga menggelar bakti sosial berupa donor darah dengan bekerja sama Palang Merah Indonesia (PMI) daerah itu. Aksi sosial tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 32 kantong. Kemudian juga, melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pelabuhan Murhum Baubau yang merupakan rangkaian peringatan Harhubnas.

Plt Kepala KSOP Baubau, Saaduddin mengatakan, pelaksanaan upacara diikuti oleh seluruh pegawai yang berlangsung di halaman KSOP Baubau. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Harhubnas ke-55 yang jatuh pada 17 September 2026

“Upacara tadi kita laksanakan dengan sederhana. Kemarin juga kami lakukan donor darah dan bersih-bersih kawasan pelabuhan,” ujar Saaduddin, di Baubau, Kamis (17/9).

Dalam.upacara itu, Plt Kepala KSOP Baubau membacakan amanat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan Hari Perhubungan Nasional tahun ini diperingati dalam suasana yang penuh makna.

“Kita memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas banyak pekerjaan yang telah kita selesaikan. Tetapi pikiran dan hati kita juga diliputi keprihatinan atas berbagai musibah transportasi yang terjadi belakangan ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menhub Dudy juga menyampaikan atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Peristiwa-peristiwa itu mengingatkan kita pada satu hal yang sangat mendasar dalam transportasi, keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi. Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam situasi seperti itu, keselamatan dan konektivitas harus dijaga secara bersamaan: berani menghentikan operasi ketika keadaan tidak aman, tetapi juga cepat mencari alternatif agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus.

Khusus untuk ke pelabuhanan, kata dia, sebuah pelabuhan dapat mengubah kehidupan satu pulau.

“Kita menghubungkan pulau dengan pulau. Menghadirkan negara sampai ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil). Itulah sebabnya transportasi tidak dapat dipandang semata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur. Sebuah pelabuhan dapat mengubah kehidupan satu pulau,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh insan perhubungan untuk menjadikan bulan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi. “Bulan ini kita canangkan sebagai awal/ untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat sepanjang tahun,” ujarnya.(Adm)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *