BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 6.400 bidang ditargetkan rampung dalam bentuk sertipikat pada Agustus 2024.
“PTSL kami sebanyak 6.400 bidang sudah terentry semua di dashbor. Target sebelum 1 September sertipikat PTSL kami sudah cetak semua,” kata Kepala BPN Baubau, Dr Asmanto Mesman, di Baubau, Jumat (16/8/2024).
Saat ini, kata dia, sertipikat yang sudah siap diserahkan mencapai kurang lebih 5.000 bidang, termasuk yang sudah penyelesaian di bulan Juni lalu sudah penyerahan.
Terkait sisa yang belum tercetak, kata dia, ditargetkan setelah pengumuman, karena PTSL itu ada penguumuman selama 14 hari. “Karena hari ini terakhir kita umumkan berarti tambah 14 hari, berarti kurang lebih tanggal 30-an itu sudah kami cetak semua sertipikatnya,” katanya.
Dikatakannya, seharusnya target PTSL Baubau sebanyak 7.000 bidang, tetapi karena optimalisasi sehingga sebanyak 600 bidang dialihkan ke Kabupaten Wakatobi.
Mengenai penyerahan sertipikat PTSL itu, kata Asmanto, pihaknya menunggu arahan dari Kementerian ATR/BPN apakah Presiden Joko Widodo ada momentum untuk penyerahan sertipikat atau penyerahan oleh Menteri ATR/BPN.
“Kita menunggu instruksi dari pimpinan. Kita ada upacara Hari Agraria pada 24 September kemungkinan kita acara momentum untuk penyerahan sertipikat,” ujarnya.
Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa sekarang ini bidang tanah yang didaftar sejak 1 Juni 2024 sudah sertipikat elektronik, sedangkan yang didaftar pada Januari sampai 31 Mei 2024 masih sertipikat analog atau yang biasa berwarna hijau.
“Saat ini sudah banyak yang terbit sertipikat elektronik. Sertipikat elektronik sudah lebih safety (aman) menurut kementerian karena sudah terdigital mudah tersimpan dan masyarakat mudah memperoleh informasinya melalui Aplikasi Sentuh Tanahku,” ujarnya.
Dikatakannya pula bahwa tahun ini objek PTSL yang didaftar dan diterbitkan yakni sertipikat tanah masyarakat dan tanah Pemkot Baubau terdiri dari jalan, bangunan, maupun irigasi.
“Kalau pemerintah penggunaannya terbagi tiga ada jalan, irigasi maupun bangunan instansi pemerintah. Dan Pemkot sudah sementara pencetakan semua. Kami mencari momen untuk penyerahan sertipikat ke pemkot, mungkin selesai PTSL kita pilah mana punya pemkot dan mana punya masyarakat,” katanya.(Adm)












