Dinsos Baubau Tuntaskan Penyaluran Bantuan Warga Miskin Ekstrem

Kadis Sosial Baubau, Hanaruddin

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Baubau telah menuntaskan penyaluran bantuan usaha kepada warga miskin ekstrem di tahun 2024. Bantuan ini disalurkan melalui Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar hampir Rp1 miliar.

Kepala Dinsos Baubau, Hanarudin, mengungkapkan, bantuan tersebut diberikan kepada 151 jiwa warga miskin ekstrem yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Baubau, dari total 271 jiwa yang teridentifikasi sebagai warga miskin ekstrem.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya seperti Dinas Tenaga Kerja, kata Hanarudin, juga terlibat dalam pengentasan warga miskin ekstrem melalui program mereka sehingga seluruh warga yang teridentifikasi sebagai miskin ekstrem, terjangkau seluruhnya.

“Setiap penerima bantuan usaha mendapatkan modal usaha yang berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta,” ungkap Hanarudin, di Baubau, Selasa (7/1/2025).

Ia mengatakan, proses penyaluran bantuan dilakukan melalui verifikasi di lapangan, di mana Dinsos berusaha mengetahui jenis usaha yang diinginkan oleh warga.

“Kami mendengarkan apa yang mereka inginkan dan memberi bantuan sesuai dengan permintaan mereka. Ada yang memilih usaha gorengan, ada yang memilih traktor untuk bertani, hingga usaha perbengkelan dan pertukangan,” jelasnya.

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung ke rumah-rumah penerima, sesuai dengan arahan dari Pj Wali Kota Baubau. Sebelumnya, bantuan ini diserahkan secara simbolis di sekretariat Dekranasda Baubau.

Hanarudin mengingatkan kepada penerima bahwa yang diberikan ini bukan hanya sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai perangsang untuk memulai usaha.

“Bantuan ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh hilang. Kami akan melakukan monitoring dan meminta kepada para lurah serta pendamping sosial untuk memastikan usaha mereka berkembang,” lanjutnya.

Ia mengatakan, untuk menentukan status miskin ekstrem, beberapa indikator digunakan, termasuk kondisi rumah yang dilihat dari atap, lantai, dinding, serta keberadaan jamban dan listrik. Tidak kalah penting, pendapatan per hari warga yang hanya mencapai Rp11 ribu atau setara dengan Rp330 ribu per bulan juga menjadi salah satu penentu.

Hanarudin berharap, dengan adanya bantuan modal usaha ini, warga miskin ekstrem di daerah itu dapat mengatasi kesulitan ekonomi mereka dan berusaha keluar dari jerat kemiskinan.

Selain bantuan usaha, kata dia, pihaknya juga melaksanakan program lainnya selama tahun 2024 termasuk layanan untuk anak terlantar, disabilitas terlantar, lansia terlantar, serta penanganan gelandangan dan pengemis (gepeng), serta korban bencana alam. Pihaknya berhasil mencapai target kinerja dengan anggaran yang tersedia untuk lima standar layanan minimal tersebut.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *