Pelni Baubau Catat Jumlah Kendaraan Terangkut Sepanjang 2024 Capai 165 Unit

Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Roni Abdullah

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – PT Pelni (Persero) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, mencatat jumlah kendaraan roda empat dan roda dua yang terangkut menggunakan kapal Pelni sepanjang 2024 mencapai 165 unit.

Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Roni Abdullah menyebutkan, muatan kendaraan dari dan ke pelabuhan Baubau itu terjadi peningkatan yang cukup tinggi sekitar 32 persen bila dibandingkan pada 2023 sebanyak 125 unit.

“Jadi ada peningkatan untuk angkutan kendaraan dari Baubau ke pelabuhan tujuan,” ujarnya, di Baubau, Senin (20/1/2025).

Roni mengatakan, dua kapal yang biasa digunakan untuk membawa kendaraan tersebut yakni KM Ciremai dan KM Dobonsolo yang merupakan kategori kapal RoRo (roll-on/rool-off).

Selain muatan kendaraan, kata Roni, untuk angkutan basah (refeer) dan kering (dry) yang diangkut melalui kontainer Pelni pada 2024 mencapai 249 teus, sedangkan tahun 2023 sebanyak 236 teus. Jumlah tersebut terjadi kenaikan sebesar 6 persen.

“Jadi, untuk muatan refeer itu biasanya ikan tuna dan yang muatan dry itu ikan kering. Ada juga angkutan barang perabotan pindahan rumah tapi itu juga tidak terlalu sering, yang kebanyakan itu muatan ikan,” ujarnya.

Dikatakan, meski muatan kontainer pada 2024 terjadi pertumbuhan sebesar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun jumlah tersebut tidak mencapai target sebanyak 345 kontainer. Hal itu, karena beberapa kendala, yang salah satunya alat produksi yang masih belum optimal.

“Contoh seperti kerusakan derek kapal, jadi kita tidak layani karena gak bisa angkat. Jadi itu juga menjadi bahan evalausi kita pada 2025. Artinya untuk kesiapan alat produksi ini menjadi PR paling penting,” kata mantan Kacab Pelni Kumai, Kalteng ini.

Sehingga, menurutnya, strategi yang akan dilakukan kedepan mengevaluasi tahun sebelumnya mengenai ketersediaan kontainer.

“Jadi strateginya saat ini adalah kepastian ketersediaan refeer dan dry kontainernya yang kita perbaiki, artinya yang jadi permasalahan selama ini mobilisasi refer dan dry kontainer dari barat maupun timur. Karena kadang-kadang misalnya kebutuhan ada 10 sampai 20 kontainer disini, tapi untuk memobilisasinya kadang-kadang dari baratnya sudah ful muatannya. Sehingga itulah tantangannya disitu yang coba kita cari inovasinya,” katanya.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *