BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Kota Baubau terpilih menjadi salah satu lokasi uji coba program nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui kontribusi sukarela.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Baubau, Fanti Frida Yanti menjelaskan, program Genting serupa dengan program subsidi. Dalam program ini, masyarakat yang berperan sebagai orang tua asuh akan memberikan kontribusi harian untuk membantu keluarga berisiko stunting.
“Mereka diharapkan bisa berkontribusi sebesar Rp15.000 per hari. Jika ada yang merasa tidak mampu, kontribusi ini bisa dibagi bersama dalam satu kelompok yang terdiri dari maksimal lima orang,” ujar Fanti, Senin (3/2/2025).
Namun, Fanti menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut dari pusat terkait pelaksanaan program tersebut.
“Memang kami hati-hati dalam meminta kontribusi masyarakat, terutama soal nilai rupiah. Jadi kami masih menunggu juknisnya,” tambah Fanti.
Meski demikian, kata Fanti, pihaknya telah mengumpulkan data calon orang tua asuh. Sejak awal Desember 2024, tercatat sudah ada 30 orang yang siap dengan berbagai latar belakang, termasuk pejabat dan anggota dewan.
Fanti juga menjelaskan, di Kota Baubau terdapat sekitar 6.000 keluarga yang berisiko mengalami stunting, dan program Genting diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penanggulangan stunting yang merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia.(Adm)












