BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengalami penurunan signifikan pada semester pertama 2025. Penurunan ini terjadi baik pada volume bongkar maupun muat barang, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Taher Laitupa mengatakan, bahwa data hingga Juni 2025 menunjukkan adanya penurunan yang cukup drastis. Ia merinci, volume bongkar barang tahun ini hanya mencapai 99,134 ton, turun 6,19% dari 156,80 ton pada semester I 2024.
“Sementara itu, total volume muat secara keseluruhan juga menurun dari 36,488 ton pada 2024 menjadi 35,084 ton di 2025, atau turun sebesar 3,85%,” ungkap Taher, Selasa (12/8/2025).
Menurutnya, penurunan ini disebabkan oleh pergeseran preferensi para pengusaha dalam mendistribusikan barang. Ia menjelaskan, para pengusaha kini lebih memilih jalur darat.
“Ada yang menggunakan kapal DLU di mana kendaraan langsung masuk dan berangkat menuju Makassar. Selain itu, banyak juga pengusaha yang mendistribusikan barang melalui penyeberangan Labuan menuju Kendari, terutama untuk barang-barang yang berasal dari Buton Utara,” ungkapnya.
Adapun barang-barang yang biasa dibongkar muat di Pelabuhan Murhum meliputi pecah belah, kayu, barang campuran, dan alat-alat listrik. Barang-barang ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat Kota Baubau dan sekitarnya.
Menanggapi kondisi ini, pihak KSOP Baubau telah berupaya meningkatkan fasilitas pelabuhan untuk menarik kembali minat pengguna jasa. “Kami harus memberikan ketersediaan fasilitas, seperti lapangan penumpukan dan dermaga yang memadai,” tutup Taher.(Adm)












