KPP Pratama Baubau Kunjungi Sekolah Lewat “Pajak Bertutur”

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baubau saat mengunjungi SDN 4 Baubau dalam kegiatan Pajak Bertutur, Rabu (27/8/2025).(ist)

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baubau mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Pajak Bertutur” di berbagai sekolah di wilayah Kepulauan Buton dan Muna, pada Rabu (27/8/2025). Acara yang digelar serentak se-Indonesia ini bertujuan menumbuhkan kesadaran pajak di kalangan pelajar sejak dini.

​Tahun ini, KPP Pratama Baubau menyasar tiga sekolah, yakni SDN 4 Baubau, SMPN 17 Baubau, serta SMA 1 Tiwora Kepulauan di Kabupaten Muna. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pajak sejak dini kepada generasi muda.

​Kepala KPP Pratama Baubau, Amrih Basuki Purnomo menjelaskan, bahwa Pajak Bertutur adalah upaya memperkenalkan pajak agar lebih mudah dipahami. “KPP Pratama Baubau hadir untuk mengawal penerimaan negara dari Pajak Pusat seperti PPh, PPN, PPnBM, PBB P5L, dan Bea Meterai,” jelasnya.

​Amrih juga menyebutkan, selain pajak pusat, ada juga pajak daerah diantaranya Pajak Restoran, Pajak Kendaraan Bermotor, PBB sektor perumahan, dan lain-lain yang dipungut oleh pemerintah daerah.

Ia mengatakan, dengan kegiatan Pajak Bertutur, DJP melalui KPP Pratama Baubau menciptakan generasi muda sadar pajak untuk Indonesia Maju. “Sehari mengenal, bangga selamanya terhadap Pajak dan Ditjen Pajak,” tutur Amrih.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Baubau, Anjani Mirtha Yuniara menambahkan, Pajak Bertutur dibuat dalam format belajar-mengajar yang santai. Materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

“Intinya, kami ingin memperkenalkan apa itu pajak dan mengapa pajak penting untuk mereka pahami. ​Tujuannya adalah agar saat mereka dewasa dan memiliki kewajiban perpajakan, mereka sudah memiliki kesadaran sejak awal,” kata Mirtha sapaan akrab Anjani Mirtha Yuniara.

​Ia juga menambahkan, antusiasme pelajar dan guru sangat tinggi. Para petugas pajak tidak hanya mengajar, tetapi juga mengajak siswa bermain agar materi tersampaikan dengan cara yang menyenangkan.

​”Mereka aktif merespon, menjawab, dan mengajukan pertanyaan. Acaranya bukan hanya di dalam kelas, tapi juga mengajak mereka bermain,” tutup Mirtha.(Adm)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *