KSOP Baubau Renovasi Gedung Terminal Penumpang Tingkatkan Pelayanan

Tampak gedung terminal penumpang lama Pelabuhan Murhum Baubau sedang dilakukan perbaikan, Senin (11/11/2025).

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau merenovasi Gedung Terminal Penumpang lama. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen meningkatkan pelayanan publik di sektor transportasi laut.

​Kepala KSOP Kelas II Baubau, Taher Laitupa, menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini telah mencapai 70 persen. Renovasi ini mencakup pembaruan pada infrastruktur vital dan sistem pengamanan.

​”Perintah dari pimpinan kami di pusat, baik Bapak Direktur Jenderal maupun Bapak Menteri, adalah untuk membenahi dan meningkatkan fasilitas pelayanan penumpang,” jelas Taher Laitupa, Senin (10/11/2025).

​Menurutnya, Pelabuhan Baubau merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) yang memiliki tingkat kepadatan layanan kapal penumpang yang tinggi. Karena itu, peremajaan terminal yang fasilitasnya dianggap telah usang menjadi sebuah prioritas.

​Taher mengatakan, pekerjaan renovasi, yang telah dimulai sejak akhir Oktober 2025, ditargetkan rampung sebelum periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Terminal ini dipersiapkan untuk melayani Nataru dan Angkutan Lebaran berikutnya secara optimal.

Ia mengatakan, ​cakupan renovasi meliputi penggantian plafon dan lantai baru, serta aktivasi kembali perangkat pemindai bagasi X-ray. KSOP Baubau berupaya agar setidaknya satu unit X-ray dapat berfungsi penuh, dan unit lainnya diupayakan perbaikan.

​Taher Laitupa memastikan bahwa selama proses konstruksi berlangsung, pelayanan dan pergerakan penumpang tetap berjalan lancar dengan pengawasan yang baik.

Ia juga mengatakan bahwa KSOP Baubau melakukan peningkatan sistem pengawasan dengan peremajaan perangkat Closed-Circuit Television (CCTV). Seluruh unit CCTV dipastikan mendukung pemantauan terpusat dari Kementerian Perhubungan.

​Saat ini, telah terpasang 43 titik CCTV yang tersebar di beberapa lokasi yakni 4 unit di Dermaga, Terminal Penumpang 21 unit, dan Area Pelabuhan 18 unit. Rencananya, jumlah ini akan ditambah hingga mencapai 50 titik.

Penempatan sejumlah kamera pengawas itu, kata Taher, difokuskan pada akses lalu lintas orang, area parkir, akses masuk terminal, dan sisi dermaga sandar kapal penumpang, sesuai dengan instruksi Menteri.

​”Kami berharap pada periode Angkutan Nataru mendatang, dengan fasilitas yang telah diperbaiki ini, kami dapat terkoneksi sepenuhnya di pusat,” tutup Taher Laitupa.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *