BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kota Baubau menunjukkan hasil menggembirakan. Kota ini berhasil menempatkan diri di posisi enam besar se-Provinsi Sulawesi Tenggara.
Capaian PKG berdasarkan jumlah penduduk di Baubau mencapai 49,44 persen per 23 November 2025. Angka ini membuat Baubau masuk kategori hijau dalam grafik capaian dari 17 kabupaten/kota.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, mengatakan, program nasional yang berjalan sangat baik di Baubau. Program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga anak sekolah. Sasaran mencakup seluruh jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga pesantren.
“Selain sekolah dan masyarakat umum, program PKG diperluas ke kelompok sasaran prioritas yang disebut 3B. Kelompok ini adalah balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui,” tutur Frederik, belum lama ini.
Dinkes Baubau memastikan ketiga kelompok ini menjadi fokus pemeriksaan.
Puskesmas memiliki peran sentral dalam pelaksanaan ini.
Frederik mengatakan, setiap puskesmas memiliki wilayah kerja yang jelas untuk menyelenggarakan pemeriksaan. Pelaksanaan di sekolah-sekolah diatur dengan jadwal khusus agar tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar
Ia juga menyebut, Dinkes juga aktif menggandeng organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan instansi lain dalam pelaksanaan PKG. “Contohnya adalah kerja sama organisasi profesi seperti PGRI dan IDI dalam menyelenggarakan PKG,” tuturnya.
Frederik mengatakan, jika saat pemeriksaan ditemukan gejala penyakit, pasien akan segera ditindaklanjuti. “Tindak lanjutnya bisa ke Puskesmas atau langsung ke Rumah Sakit, tergantung situasi dan kondisinya,” ujarnya.
Frederik menambahkan, program PKG ini akan terus berlanjut secara simultan. Pemeriksaan kesehatan gratis berjalan seiring dengan program lain seperti penurunan angka stunting dan pemberian makanan bergizi gratis.
“Tujuan jangka panjangnya adalah mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” tutupnya.(Adm)












