BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau melakukan ramp check atau uji kelaiklautan 35 kapal penumpang diwilayahnya menjelang masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepala KSOP Baubau, Taher Laitupa, mengatakan dari 35 armada yang diminta oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, saat ini terdapat 27 unit kapal sudah dilakukan ramp check.
“Ini sudah dapat laporan dari tim ramp check yang diketuai Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Baubau bahwa ramp check sudah terlaksana 27 kapal, masih tersisa 8 kapal karena posisi belum berada ditempat,” ujar Taher, Selasa (2/12/2025).
Sebanyak 8 armada tersebut, kata Taher, masih menjalani perbaikan-perbaikan atau docking, sehingga pihaknya selaku koordinator uji petik kapal di wilayah Kepulauan Buton menunggu perbaikan selesai baru dilakukan pemeriksaan.
“Posisi kapal yang memang rutin (bolak-balik) di Baubau ada sekitar 14 kapal. Artinya kalau kapal-kapal itu berlayar ke pulau-pulau lain dia harus balik lagi dalam dua hari,” ujarnya.
Ia mengatakan masa ramp check kapal berlangsung 1 hingga 30 November 2025.
Meski demikian, kata Taher, delapan kapal yang belum di uji petik itu juga tergantung dari kondisi perbaikan yang dijalani. Tapi, kalau sampai batas itu armada belum selesai, maka kapal yang dihitung melayani angkutan Nataru hanya yang sudah melakukan ramp check.
Kata dia, kapal yang menjalani docking atau perbaikan selain seperti KMP Sultan Murhum, KMP Tenggiri, dan KMP Oputa Yi Koo, juga kapal besi dan kapal kayu lainnya.
Kata dia, kapal yang menjalani docking cukup besar akan memakan waktu, sehingga kondisinya belum dilakukan ramp check.
“Kapal-kapal itu juga diusahakan untuk angkutan Nataru, sehingga kita minta kepada mereka untuk menyiapkan ,paling tidak minimal 3 hari atau paling lama 15 Desember 2025 sebelum pelaksanaan angkutan Nataru sudah harus di Baubau,” ujarnya
Ia juga mengatakan bahwa saat 27 kapal dilakukan ramp check, terdapat armada yang masih harus memenuhi kelengkapan untuk dilengkapi. Tapi setelah rekomendasi diberikan, kini rata-rata kapal sudah melengkapi.
“Jadi ada hal yang sifatnya sangat prinsipil, misalnya dipermesinan ada yang harus dilengkapi tentu harus dipenuhi, termasuk yang lain-lain juga,” tegas Taher.
Kesiapan perlengkapan kapal yang sangat urgen di ramp check, kata dia diantaranya, kesiapan perlengkapan penolong, mesin-mesin pompa, termasuk fasilitas pendukung seperti jaket pelampung, liferaft, dan lifebuoy.(Adm)












