BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) — PT PELNI (Persero) Cabang Baubau menggratiskan biaya pengiriman barang bantuan ke daerah bencana seperti banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh dan wilayah terdampak, melalui Pelabuhan Murhum Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Djasman mengatakan pengiriman barang bantuan dari pelabuhan Baubau akan menumpangi KM Tidar.
Berdasarkan jadwal kapal tersebut berangkat dari Baubau pada 13 Desember dan akan tiba di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada 16 Desember 2025. Dan batas maksimal kedatangan muatan bantuan kemanusiaan di Pelabuhan Tanjung Priok pada 17 Desember 2025
“Jadi dari Baubau transit Jakarta, lalu lanjut menggunakan KM Kelud, ke Pelabuhan Belawan,” ujar Kacab Djasman, didampingi Kepala Bagian Keuangan & SDM Umum, Rizal Setiawan Amin, Rabu (10/12/2025).
Ia mengatakan bahwa seluruh daerah yang ada cabang Pelni membantu untuk masyarakat yang mau melakukan pengiriman bantuan barang ke daerah bencana.
Ia juga menyampaikan syarat pengiriman diharapkan bisa dikordnir, baik mungkin dari kelompok, komunitas, atau organisasi-organisasi.
“Jadi pada prinsipnya semua elemen masyarakat secara pribadi bisa mengirimkan bantuan melalui kapal Pelni atau (lembaga, komunitas, shipper, dan masyarakat yang mengirimkan bantuan),” ujarnya.
Djasman juga mengatakan bahwa syarat pengiriman barang melampirkan surat pengantar, sehingga pihaknya bisa mendata dan mengordinir untuk memasukan kedalam bentuk manifest.
“Barang kan pasti ada manifestnya, jadi kita akan tau ini dari mana, instansi mana, komunitas mana atau dari lembaga mana,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jenis barang bantuan itu seperti sembako, pakaian, dan logistik. Bukan barang komersial. “Artinya memang dikhususkan untuk sumbangan, bukan dalam artian nanti mau dijualbelikan di tempat sana, itu tidak boleh,” jelasnya.
Kemudian lanjut Djasman, jenis barang yang aman, tidak mudah terbakar, beracun atau terlarang.
“Untuk barang-barang yang memang mudah pecah atau yang rentan akan rusak boleh disegel atau diberi tanda dengan regel supaya barang tersebut tidak rusak sampai ke tempat tujuan,” jelasnya.
Selanjutnya, kata dia bahwa seluruh pengiriman barang dari berbagai wilayah menggunakan kapal Pelni dengan tujuan akhir pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
“Untuk sementara, Pelni hanya mengantar barang bantuan sampai pelabuhan Belawan saja. Jadi nanti Belawan akan dikoordinir lagi untuk pengiriman selanjutnya,” ujar Djasman.
Mengenai ada orang yang akan ikut mengantar, kata dia, tetap menggunakan tiket. “Kalau ada yang ingin kawal atau apa, tetap dianggap sebagai penumpang biasa. Tapi barangnya kami gratiskan,” ujarnya.
Djasman juga mengatakan, saat ini sudah ada barang yang akan dikirim dari bantuan Batalyon 823/Raja Wakaaka dan dari perseorangan.
Untuk lebih lanjut bisa hubungi call center Pelni di 021 162.(Adm)












