ASDP Baubau: 13 Kapal Siap Layani Libur Natal -Tahun Baru

General Manager PT ASDP Cabang Baubau, Zullivan Ramadhana Miraza

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, menyatakan sebanyak 13 kapal dari 14 unit armada siap untuk melayani penyeberangan pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

General Manager PT ASDP Cabang Baubau, Zullivan Ramadhana Miraza mengatakan, jumlah kapal yang dioprasikan ASDP Baubau sebanyak 14 armada, namun KMP Tongkol dipastikan belum dapat melayani angkutan Nataru tahun ini karena masih menjalani perbaikan atau docking usai insiden beberapa waktu lalu.

“Jadi eksisting kami itu ada 13 kapal, dan dari 13 kapal itu, 12 kapal sudah siap. Sementara satu armada yakni Sultan Murhum 2 masih menjalani docking di Makassar. Tapi setelah dilakukan shitdrel (uji coba terakhir docking) dan berjalan lancar, maka pekan depan kapal akan ke Baubau untuk ramp check oleh KSOP dan ceklis bersama BKI,” ujar Zullivan, Kamis (11/12/2025).

Ia mengatakan, KMP Sultan Murhum II beroperasi dilintasan Kamaru-Wakatobi.

Sedangkan KMP Tongkol, kata dia, masih menjalani perbaikan total, baik permesinan, deck, ruang penumpangnya semua diganti, setelah insiden beberapa waktu lalu.

“Saat ini KMP Tongkol itu ada finalisasi docking, dan akhir Desember ini projek dockingnya selesai. Jadi, mudah-mudahan di akhir Januari atau awal Februari 2026 untuk kita mulai tahapan selanjutnya kapalnya,” ujarnya.

Kata dia, kapal tersebut sebenarnya armada tambahan saja. Secara eksisting ada 13 armada beroperasi dengan melayani 19 lintasan selama ini.

KMP Tongkol akan beroperasi di lintasan Baubau – Waara.

Zullivan mengatakan, ​ASDP Cabang Baubau melayani 19 lintasan, terdiri dari 5 lintasan komersial dan 14 lintasan perintis. Lintasan komersial diprediksi menjadi jalur terpadat, yakni trayek Baubau–Waara, Labuan–Amolengo, Tampo–Torobulu, dan Kendari–Langara.

​Ia mengatakan, ​periode posko Angkutan Nataru akan dimulai dari 15 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Pihaknya memprediksi, akan terjadi kenaikan jumlah pengguna jasa tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya.

“​Hal ini karena adanya libur bersama beberapa hari. Prediksi kami naik sekitar 5 sampai 7 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Pada angkutan Nataru ini, kata Zullivan, ​persiapan keselamatan kapal dan kru disamakan standarnya dengan persiapan angkutan Lebaran. Pihaknya juga akan fokus melakukan mitigasi berada pada faktor non-teknis, seperti cuaca buruk dan koordinasi eksternal.

​Menghadapi potensi lonjakan dan musim hujan, ASDP mengimbau pengguna jasa untuk mengutamakan keselamatan.
​Pengguna jasa diwajibkan mematuhi imbauan BMKG dan peraturan di kapal/pelabuhan. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan.

​”Kami juga mengimbau untuk tertib antrian sesuai nomor urut masing-masing. Ini penting mengingat adanya potensi lonjakan pengguna jasa,” tutup Zullivan.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *