PELNI Baubau Distribusi Bantuan dari Batalyon 823/Raja Wakaaka dan Orang Pribadi ke Daerah Bencana Sumut

PT PELNI Cabang Baubau, saat mengirim bantuan ke daerah bencana di wilayah Sumatera Utara (Sumut), pada Sabtu (13/12/2025) dini hari.(ist)

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – PT PELNI (Persero) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, telah mendistribusikan bantuan dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823/Raja Wakaaka dan orang pribadi untuk korban bencana di wilayah Sumatera Utara (Sumut)

Kepala PT PELNI Cabang Baubau, Djasman mengatakan, bantuan tersebut telah dikirim menumpangi KM Tidar melalui Pelabuhan Murhum Baubau pada Sabtu (13/12/2025) dini hari.

Bantuan sebanyak 4 ton atau setara 13 kubik itu didistribusi dan Pelni memfasilitasi tanpa memungut biaya pengiriman, sebagai bagian dari kebijakan kepedulian terhadap daerah bencana.

Bantuan yang dikirimkan ini merupakan akumulasi dari kedermawanan berbagai pihak di Baubau dan sekitarnya, diantaranya dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823/Raja Wakaaka dan orang pribadi yang menyumbangkan sembako, pakaian, serta kebutuhan vital lainnya bagi warga terdampak.

“Beratnya itu ada sekitar 4 ton atau 13 kubik. Di atas kapal juga ada bantuan dari pelabuhan lain yang dilewati,” ujar Djasman ketika dikonfirmasi.

Ia mengatakan, proses distribusi bantuan itu akan dilakukan secara estafet terencana. KM Tidar dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 15 Desember 2025. ​Dari sana, seluruh muatan kemanusiaan itu akan segera dialihkan ke kapal KM Kelud, yang akan melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.

​”Kami yang aturkan penyalurannya langsung untuk sampai ke Belawan. Sampai tiba lokasi, sampai diterima oleh tim relawan di sana,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai pendampingan pengiriman dari pihak donatur, Djasman menyebutkan bahwa tidak ada pendampingan, karena seluruh proses penyaluran hingga ke tim relawan akan diurus sepenuhnya oleh pihak PELNI.

​Meskipun pengiriman melalui KM Tidar telah usai, PELNI Cabang Baubau masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat terkait potensi pengiriman bantuan gelombang berikutnya. “Belum ada (kapal berikutnya), kami masih menunggu dari Jakarta,” pungkas Djasman.

Pengiriman bantuan gratis ini menjadi bukti bahwa jarak dan biaya tidak dapat memadamkan nyala kepedulian, menjadikan PELNI sebagai jembatan harapan yang menghubungkan Baubau dengan saudara-saudara di Sumatera yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *