BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara, menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayaran kapal menuju Kabupaten Wakatobi, menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.
Kepala KSOP Baubau, Taher Laitupa mengatakan, larangan berlayar ini mulai berlaku Senin, (19 Januari 2026) sebagai langkah tegas demi menjaga keselamatan penumpang dan kru kapal..
”Berdasarkan rilis BMKG, tinggi gelombang di perairan Wakatobi diprediksi mencapai 2,5 hingga 4 meter,”ujar Taher saat dikonformasi, Senin (19/1/2026).
Pihaknya memastikan tidak akan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal rute Wakatobi. Larangan ini berlaku hingga kondisi cuaca dinyatakan kembali kondusif oleh otoritas terkait.
Selain Wakatobi, perairan Kabaena dan Teluk Bone bagian barat juga dipantau ketat. Di wilayah tersebut, ketinggian ombak tercatat berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Untuk rute Kabaena, persetujuan berlayar kapal bergantung pada kondisi cuaca yang fluktuatif di lapangan. “Jika cuaca memburuk, pelayanan langsung kami hentikan sementara,” tegas Taher.
KSOP Baubau juga telah menerbitkan Maklumat Pelayaran sebagai acuan seluruh operator kapal. Dokumen ini menjadi pedoman wajib yang tidak boleh dilanggar oleh nahkoda kapal mana pun.
”Keselamatan adalah prioritas utama. Nahkoda tidak bisa lari dari maklumat ini, kalau tidak mengindahkan, berarti melanggar,” pungkas Taher.(Adm)












