BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, telah menetapkan sebanyak 111 lokasi untuk pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tersebar di 43 kelurahan dan 8 kecamatan.
Asisten I Setda Pemkot Baubau, La Ode Aswad, menyebutkan, meski pelaksanaan shalat ied menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat, namun daerah itu telah menetapkan titik pelaksanaan shalat ied setelah melalui rapat.
“Jadi lokasi pelaksanaan shalat ied kita Baubau tahun ini sebanyak 111 titik yang tersebar di 43 kelurahan 8 kecamatan. Artinya ada satu klurahan itu beberapa lokasi,” ujar Aswad yang juga mantan Kepala Bappeda Baubau di Baubau, Senin (16/3/2026).
Ia mengatakan, lokasi pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 Hijirah itu sesuai hasil rapat bersama para Camat, Kantor Urusan Agama (KUA), Lurah dan perangkat masjid, dimana titik lokasi ada yang di masjid dan tanah lapang.
“Termasuk di alun-alun Pantai Kamali dan stadion Betoambari. Dua lokasi itu disiapkan oleh pemerintah dan selebihnya disiapkan oleh camat dan lurah,” ujarnya.
Mengenai lokasi shalat ied Walikota Baubau dan Wakil Walikota, kata Aswad bahwa ibadah shalat bisa dilaksanakan dimana saja. Tapi sesuai hasil koordinasi terakhir, Walikota Yusran Fahim akan laksanakan shalat di Pantai Kamali dan Wakil Walikota Wa Ode Hamsinah Bolu di stadion Betoambari.
“Biasanya nanti Idul adha baru tukaran lagi, itu hanya kesepakatan saja,” katanya mantan Pj Sekda Baubau ini.
Dengan jumlah 111 titik untuk pelaksanaan shalat idulfitri itu, menurut Aswad, tidak akan ada lagi tambahan, bahkan jumlah lokasi tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Di samping itu, Aswad juga mengimbau masyarakat yang akan mudik pulang kekampung halaman merayakan Lebaran bersama keluarga agar menyampaikan kepada RT/RW masing-masing saat meninggalkan rumah.
“Juga sebelum mudik agar memastikan lampu listrik, kompor aman. Termasuk saat meninggalkan kendaraannya bisa dititip di polsek setempat,” ujarnya.
Kemudian ia juga mengimbau untuk terus bersama-sama menjaga soal kondusifitas wilayah.(Adm)












