Kantah Baubau Gelar Upacara Hantaru 2026, Yusuf : Tingkatkan Pelayanan dan Sikapi Kebijakan Perubahan Teknologi

BAUBAU, (PANTAUTODAY) – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan upacara instansi itu, Kamis (24/9).

Kepala Kantah Baubau Yusuf bertindak sebagai Inspektur sekaligus menyampaikan amanat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala Kantah Baubau, Yusuf mengatakan, peringatan Hantaru tahun ini dilaksanakan di Kantah masing-masing dengan secara sederhana. Pelaksanaan tersebut sesuai arahan dari Kanwil BPN Sulawesi Tenggara.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya peringatan Hantaru kita selalu di pusatkan di Kanwil, untuk tahun ini Kantah kabupaten dan kota di Sultra itu diberi ruang untuk melaksanakan masing-masing,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, makna yang terpenting pada Hantaru ini sebenarnya ada beberapa arahan Menteri ATR/Kepala BPN, baik mengenai sistem pelayanan maupun program kegiatan yang dilaksanakan.

Kata dia, ATR/BPN secara nasional telah melakukan perbaikan kebijakan, dan perubahan-perubahan yang harus kita disikapi, seperti perubahan kebijakan teknologi dan sistem peranan harus benar-benar memberikan manfaat.

“Jadi, perubahan itu harus mampu kita adaptasi, harus mampu kita mensinergikan yang bisa memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Yusuf juga mengatakan, sistem pengukuran terjadwal yang direncanakan di seluruh Indonesia mulai diterapkan pada 10 Oktober 2026. Olehnya itu, pihaknya mulai mempersiapkan untuk melaksanakan sistem peralihan tersebut.

Kemudian juga, lanjut dia, mengenai pelayanan harus lebih transparan dan standar pelayanan betul-betul terukur. Termasuk juga proses birokrasi yang berlangsung di kantor pertanahan harus benar-benar bisa dilaksanakan dengan akuntabel dan bertanggung jawab.

Ia menekankan juga untuk lebih meningkatkan pelayanan, apalagi terkait pengurusan penyertifikatan hak yang terkadang berbenturan dengan kepentingan.

“Itulah yang harus betul-betul lebih ditingkatkan dan memadukan lagi, sehingga masalah itu secara perlahan bisa diselesaikan,” ujarnya.

Terkait program PTSL di Baubau, kata Yusuf, sudah rampung dan saat ini sisa tahap penerbitan sertipikatnya. “Kami harapkan bulan Oktober sudah bisa tersertipikat semua,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan upacara, dilakukan dengan pemotongan tumpeng yang diikuti oleh seluruh pegawai Kantah Baubau.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *