BAUBAU, (PANTAUTODAY) – Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pengembangan bandara Betoambari daerah itu agar pelayanan dengan maskapai pesawat yang beroperasi dibandara itu dapat lebih meningkat.
Ketua Komisi II DPRD Baubau, Roslina Rahim mengatakan bahwa kunjungan pihaknya di bandara Betoambari untuk melihat dan mendapat penjelasan terkait keperluan dalam pengembagan bandara itu.
“Tadi kita pertemuan bersama Kepala Bandara dan dari Pemkot Baubau, kita banyak mendapat penjelasan dan pemapaparan mengenai bandara kita,” ujar Roslina di sela-sela kunjungan bersama 6 anggota Komisi II lainnya, di Bandara Betoambari Baubau, Jumat, (2/9).
Enam aggota Komisi II DPRD Baubau itu yakni Ahdhyat Zamani, Ratna, Zanihu, La Ode Abdul Tamin, Nasiru, dan Gilang Siradja. Mereka diterima Kepala Bandara Baubau, Anas La.Bakara,
Dalam pertemuan diruang rapat Bandara Betoambari juga hadir Asisten II Setda Pemkot Baubau Dahrul Dahlan, Asisten III Sitti Munawar, Kadis Perkim dan Pertanahan, Abdul Karim, dan Camat Betoambari, Edwar Sanjaya.
Roslina juga mengatakan, kunjungan tersebut untuk menyikapi hasil dari Badan Musyawarah (Bamus) yang telah diagenda dengan ada penandatanganan di bandara.
Lebih lanjut kata Roslina bahwa kunjungan bersama rombongan untuk melihat secara langsung dan mendengarkan semua bagaimana pengembangan dari wilayah bandara Betoambari. Termasuk, pemanfaatan APBD 2026 untuk pengembangan bandara tersebut.
“Bukan hanya itu, kami juga ingin mengetahui apakah dari anggaran tersebut masih ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Karena bandara kita ini sangat strategis untuk wilayah kota Baubau,” ujar politisi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ini.
Perhatian serius tersebut, kata dia, karena bandara sebagai pintu keluar masuk merupakan salah satu sektor yang bisa menghadirkan pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga perhatian penuh pemerintah sangat penting karena hal ini salah satu modal terbesar.
“”Efeknya tu bisa ke wisata , perindag. Kita berharap akan banyak wisatawan masuk apabila bandara kita ini sudah memenuhi standar. Kita berharap juga bandara kita bisa “go” mendunia,” katanya.
Terkait komitmen DPRD dalam pengembangan bandara, Anggota Komisi II DPRD Baubau, Ahdyat Zamani menambahkan bahwa pada prinsipnya pengembangan bandara merupakan tugas DPRD bersama pemerintah juga masyarakat. “Tentu kita berharap ini adalah tugas kita bersama pengembangan bandara bisa sesuai yang direncanakan,” katanya.
Mengenai hak-hak warga, kata Ahdyat, bahwa hal itu menjadi salah satu bagian komitmem pihaknya dengan mengingatkan jangan sampai ada yang dirugikan, agar semua bisa terselesaikan dengan baik.
“Tentu dengan memperhatikan regulasi. Jadi kita poin pertama adalah regulasi, bekerja berdasarkan reegulasi. Hak-hak masyarakat harus diselesaikan sesuai dengan regulasi yang ada,” tambah Roslina juga.
Terkait dukungan alokasi anggaran pada 2027, kata dia juga bahwa hal itu akan ada dengan melihat apa yang masih kurang dalam pengembangan bandara itu.(Adm)












