Kabut Asap Belum Ganggu Aktivitas Pelayaran di Baubau

Nampak diudara kabut asap menyelimuti disekitar perairan laut Baubau, pada Rabu (14/10/2026).

BAUBAU, (PANTAUTODAY) – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Baubau belum mengganggu aktivitas pelayaran di wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) Kedatangan dan keberangkatan kapal masih berlangsung normal sesuai jadwal, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang.

Plt. Kepala KSOP Kelas II Baubau, Saaduddin mengatakan, hingga Rabu 14 Oktober 2026, belum ada kendala pelayaran akibat kabut asap. Pihaknya tetap mengingatkan nakhoda dan anak buah kapal (ABK) agar meningkatkan kewaspadaan selama berlayar.

“Kami mengingatkan kepada kru kapal agar tetap waspada dan berhati-hati. Apabila jarak pandang berkurang, kecepatan kapal harus dikurangi dan dipastikan alat navigasi berfungsi dengan baik,” kata Saaduddin.

KSOP Baubau juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca. Informasi terkini disampaikan melalui grup WhatsApp dan aplikasi yang diperbarui setiap hari.

Menurutnya, penundaan keberangkatan akan dilakukan apabila kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan untuk pelayaran. Kapal baru disarankan berangkat setelah kondisi cuaca membaik dan dinilai aman.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Baubau, Mohamad Lutfi Israr Sutan mengatakan, operasional kapal Pelni masih berjalan sesuai jadwal. Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan gangguan jarak pandang maupun pengalihan rute kapal akibat kabut asap.

“Kedatangan dan keberangkatan kapal semua masih normal sesuai jadwal,” katanya.

Lutfi menjelaskan, Pelni selalu mengikuti arahan regulator, termasuk BMKG, dalam menjalankan aktivitas pelayaran. Koordinasi juga dilakukan dengan kantor pusat Pelni untuk memastikan kebijakan operasional sesuai dengan petunjuk yang berlaku.

Saat ini, terdapat 11 kapal Pelni yang menyandari pelabuhan Murhum Baubau. Sementara di wilayah Wakatobi, terdapat empat kapal yang terdiri atas satu kapal barang program tol laut, KM Sirimau, KM Leuser, dan kapal Jetliner yang juga melayani Pelabuhan Raha.

Lutfi mengatakan, seluruh kapal yang melayani rute tersebut masih beroperasi normal dan tidak ada yang menjalani docking atau perawatan rutin.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *