BAUBAU, (PANTAUTODAY) – Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, hingga Selasa sore 13 Oktober 2026 mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Betoambari. Pesawat Super Air Jet (SAJ) rute Makassar–Baubau yang dijadwalkan tiba pukul 09.15 WITA akhirnya dibatalkan pada pukul 15.00 WITA setelah mengalami keterlambatan sekitar enam jam.
Sebelum pembatalan, pesawat tersebut sempat mencoba melakukan pendaratan di Bandara Betoambari pada pagi hari. Namun, karena kondisi cuaca tidak memungkinkan, pesawat dialihkan ke Bandara Haluoleo, Kendari.
Koordinator Teknik, Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat UPBU Betoambari, Fadli mengatakan, keputusan pembatalan diambil pihak maskapai karena mempertimbangkan informasi cuaca dari BMKG. Penerbangan dijadwalkan kembali beroperasi pada Rabu 14 Oktober 2026, sambil menunggu perkembangan kondisi cuaca.
“Setelah delay kurang lebih enam jam dan melihat kondisi cuaca yang di update BMKG, maka pihak Super Air Jet melalui manajer operasinya mengonfirmasi penerbangan dicancel ke besok hari sambil menunggu informasi cuaca berharap besok cuaca kembali cerah,” kata Fadli, di Baubau, Selasa (13/10).
Pembatalan penerbangan tersebut berdampak pada penumpang yang hendak bepergian dari Baubau maupun Makassar. Jumlah penumpang yang hendak berangkat dari Baubau menuju Makassar tercatat sekitar 114 orang lebih, sedangkan penumpang dari Makassar menuju Baubau kurang lebih sekitar 100 orang.
Berdasarkan informasi BMKG yang diterima pihak bandara hingga pukul 15.00 WITA, jarak pandang di sekitar Bandara Betoambari masih sekitar 2,6 kilometer. Kondisi tersebut belum memenuhi persyaratan jarak pandang minimal sekitar lima kilometer untuk pendaratan pesawat, menurut keterangan pihak bandara.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, Adi Istyono, menyebut kabut asap masih pekat hingga pukul 17.00 WITA. Hasil pengamatan BMKG menunjukkan jarak pandang di sekitar bandara berada pada kisaran 2,6 kilometer sehingga pesawat belum dapat mendarat.
“Visibilitas dari pengamatan kami di BMKG Betoambari sekitar 2.600 meter atau 2,6 kilometer, sehingga pesawat Super Air Jet belum bisa mendarat di Bandara Betoambari,” ujar Adi.
Adi mengatakan, kondisi kabut asap masih perlu dipantau untuk mengetahui apakah jarak pandang akan membaik atau justru semakin memburuk. Perubahan cuaca dan pergerakan angin menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam memperkirakan perkembangan kondisi tersebut.
Selain mengganggu penerbangan, kabut asap juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. BMKG mengimbau warga menggunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi aktivitas fisik berat ketika kabut asap menebal.
Masyarakat juga disarankan membatasi paparan asap, terutama bagi penderita asma dan gangguan pernapasan. Warga dianjurkan menutup pintu serta jendela rumah dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan berat.(Adm)












