BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Progres program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kota Baubau tahun 2026 terus menunjukan peningkatan signifikan. Kantor Pertanahan (Kantah) daerah itu mencatat bidang tanah yang sudah terpetakan mencapai 314 bidang hingga Maret 2026.
Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantah Baubau, Rangga Yudha Pratama, menjelaskan bahwa bidang tanah yang sudah terukur saat ini sebanyak 628 bidang dari target 1.000 bidang.
“Untuk PTSL hingga per hari ini, bidang tanah yang sudah diukur berjumlah 628 bidang, yang sudah dipetakan kurang lebih 432 bidang, dan yang sudah kami kumpulkan dokumen yuridisnya kurang lebih 314,” ujar Rangga Yudha, di Baubau, Rabu (15/4/2026).
“Jadi sudah lebih dari setengah yang sudah diukur itu sudah kami lakukan pengumpulan berkas, sudah kami lakukan pengimputan,” tambah Yudha.
Dari jumlah tersebut, kata dia juga, bidang tanah yang sudah terbit sertifikatnya mencapai 160 bidang.
Ia mengatakan, penyerahan sertifikat tersebut akan dilakukan secara bersamaan. “Ini kan pekerjaannya kolektif. Jadi kami selesaikan dulu semua sesuai dengan target. Untuk penyerahannya nanti kami menunggu instruksi dari pimpinan. Kalau target, kami itu di September sudah harus selesai,” ujar pria murah senyum ini.
Dalam mempercepat progres PTSL itu, dikatakan juga, petugas dilapangan terus melakukan pengumpulan berkas. “Sampai hari ini teman-teman petugas yuridis selalu aktif ke lapangan, baik hari Sabtu, Minggu tetap turun ke lapangan, terutama juga berkoordinasi dan konsultasi dengan teman-teman di kelurahan untuk pengumpulan data itu,” ujarnya.
Hal itu, kata dia, agar proses pengumpulan data yuridis bisa lebih cepat, akurat dan tidak ada yang kurang, sehingga penyelesaian penyertifikatan juga lebih cepat.
“Jadi kami harapkan dari masyarakat, agar dengan adanya program PTSL ini, silahkan segera berkoordinasi dengan kelurahan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa pengumpulan dokumen kelangkapan berkas masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Ini tinggal bagaimana keaktifan dari pihak masyarakat untuk melakukan koordinasi atau mengumpulkan dokumennya ke pihak kelurahan. Karena pekerjaan ini memang dimulainya dari pihak kelurahan, pendaftarannya juga di sana, nanti tim kami yang turun ke lapangan,” ujarnya.(Adm)












