Wali Kota Baubau: Pembangunan Gedung Perpustakaan Digital Dekat Dengan Fasilitas Pendidikan

Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse meletakkan batu pertama pembangunan perpustakaan digital yang berlokasi di eks Kantor DPRD Buton, jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Senin (19/6/2023)

Baubau (Pantautoday.com) – Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, La Ode Ahmad Monianse menyebutkan gedung perpustakaan digital dibangun dilahan eks-Kantor DPRD Buton karena mempertimbangkan kedekatan dengan beberapa fasilitas pendidikan mulai dari SMA, SMK, Perguruan Tinggi dan sejumlah kantor pemerintah.

“Harapan kita kehadiran perpusatakaan di tempat ini secara khusus dapat dimanfaatkan dunia pendidikan dan pada umumnya masyarakat Baubau untuk mencari informasi penting sehubungan dengan kebutuhan masing-masing,” kata Wali Kota Ahmad Monianse dalam sambutannya saat acara peletakan batu pertama pembangunan gedung layanan perpustakaan, di jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Senin (19/6/2023).

Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse (kelima kanan) berpose bersama saat acara peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan digital, Senin (19/6/2023).

Dikatakan Wali Kota, perpustakaan digital Baubau termasuk tipe terbaik tahun 2023 sesuai hasil konsultasi dengan Perpustakaan Nasional.

Ia mengatakan, gedung perpustakaan ini didesain tematik sehingga diharapkan pula dapat menjadi ikon baru dikawasan tersebut. Tampak depan gedung perpustakaan menyerupai Kampurui (ikat kepala masyarakat Buton).

“Kenapa Kampurui?, karena Kampurui adalah mahkota dan kita semua paham mahkota dari seseorang adalah ilmu pengetahuan. Olehnya itu Kampurui dipilih sebagai ikon yang akan menghiasi perpustakaan ini,” tuturnya.

Monianse berharap, dengan hadirnya perpustakaan digital ini, dapat membuat mutu pendidikan semakin baik, sehingga kualitas sumber daya manusia Baubau dikemudian hari dapat kita tingkatkan.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Baubau, Ibnu Wahid mengatakan, gedung perpustakaan yang dibangun seluas 2.000 meter persegi terdiri dua lantai. Tetapi, keseluruhan kawasan itu seluas 1 hektare.

Dikatakan Wahid, yang paling menonjol dalam perpustakaan ini yakni disiapkannya sebuah tribun yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang interkasi sosial, misalnya diskusi atau seminar.

“Ini sejalan dengan branding perpustakaan hari ini bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inkslusi sosial,” ujar Wahid.

Pria yang pernah menjabat Asisten II Setda Baubau ini mengatakan, pembangunan gedung perpustakaan digital tersebut dibiayai Dana Alokasi Khusus(DAK) sebesar Rp9,8 miliar yang pekerjaannya ditarget rampung paling terlambat 30 November 2023.(adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *