Bappeda Baubau Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2026

Kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2026, di Aula Palagimata Kantor Walikota Baubau, Selasa (11/3/2025).

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Pemerintah Kota Baubau melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar forum konsultasi publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2026. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan daerah itu yang dibahas secara bersama dengan kepala OPD dan pemangku kepentingan yang tertuang dalam RPD 2024-2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Pembangunan Kota Baubau Sebagai Kota Budaya yang Inklusif”, dibuka Pj Sekda Baubau La Ode Fasikin dengan menghadirkan sejumlah pemateri dan dihadiri sejumlah kepala OPD lingkup Pemkot Baubau, di Aula Palagimata Kantor Walikota Baubau, Selasa (11/3/2025).

Pj Sekda Kota Baubau, La Ode Fasikin mengatakan tema ini merupakan bentuk apresiasi masyarakat Kota Baubau terhadap anugerah warisan budaya yang merupakan pusat peradaban kerajaan Buton dan sekitarnya yang memiliki tatanan budaya yang utuh.

Budaya yang menghargai dan menghormati semua orang, tanpa memandang perbedaan latar belakang, jenis kelamin, ras, usia, orientasi seksual, disabilitas, dan latar belakang sosial ekonomi.

“Dengan demikian kita dapat optimis bahwa akselerasi laju pembangunan pada semua sektor di Kota Baubau dapat kita tingkatkan,” ujarnya.

Dari tema tersebut diharapkan setiap SKPD dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan berdasarkan prioritas pembangunan. Yang nantinya akan menjadi dasar dalam penentuan prioritas program/kegiatan pembangunan yang dituangkan dalam RKPD kota Baubau tahun 2026.

“Berpedoman kepada RPJMD Kota Baubau tahun 2025–2030 yang insya Allah akan menjadi kesepakatan seluruh stakeholders di Kota Baubau,” ujarnya.

Fasikin menegaskan, dokumen rancangan awal RKPD tahun 2026 perlu mensinergikan arah kebijakan Nasional dan provinsi. Termasuk Baubau harus mengambil peran dalam mendukung asta cita Presiden Prabowo dan pemerataan pembangunan wilayah.

“Yang tidak hanya konektivitas antar wilayah di 8 kecamatan, tetapi juga berkolaborasi dengan pengembangan kawasan wilayah kabupaten sekitarnya,” bebernya.

“Karena peran Baubau sudah harus naik level, setara dengan wilayah kota-kota di regional Sulawesi sehingga terbentuk pusat-pusat pertumbuhan baru pada kawasan-kawasan pinggiran Kota Baubau,” pungkasnya.

Karena itu lanjut Fasikin, melalui forum konsultasi publik ini, mengajak seluruh masyarakat Kota Baubau untuk memberikan masukan, saran, dan kritik yang konstruktif terhadap rancangan RKPD 2026.

“Kami berharap, dengan kerja bersama dan sinergi dari seluruh pihak, kita dapat mewujudkan visi dan misi Kota Baubau 2025-2029. Yakni “Baubau sebagai Kota Budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *