BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pelayanan penyeberangan dijamin berjalan dengan standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan terbaik.
General Manager PT ASDP Cabang Baubau, Zullivan Ramadhana Miraza mengatakan, manajemen ASDP Baubau telah melakukan beragam persiapan demi menjamin kelancaran arus penumpang dan kendaraan selama periode Nataru. Fokus utama persiapan meliputi kesiapan armada, peningkatan fasilitas, dan koordinasi dengan pihak terkait.
Ia mengatakan, dari total 14 kapal yang beroperasi di wilayah cabang Baubau, sebanyak 13 kapal dipastikan siap beroperasi di lintasannya masing-masing. Hanya KMP Tongkol yang masih dalam proses rehabilitasi di galangan pasca insiden kandas beberapa waktu lalu.
Zullivan mengatakan, sebanyak 10 kapal telah menjalani uji petik atau ramchek oleh KSOP. Sementara, tiga unit kapal lainnya, yaitu KMP Inerie, KMP Madidihang, dan KMP Sultan Murhum II, masih menunggu jadwal ramchek. KMP Sultan Murhum II saat ini masih menjalani sea trial docking di IKI Makassar.
“Pada prinsipnya kami sudah menyiapkan semua armada, semuanya siap, kecuali KMP Tongkol masih butuh waktu. Jadi untuk kesiapan Nataru Insya Allah sudah siap,” tutur Zullivan Ramadhana Miraza, di Baubau, Senin (10/11/2025).
Menghadapi tantangan cuaca di musim hujan, ASDP Baubau juga memperketat langkah strategis. Ini termasuk kolaborasi intensif dengan BMKG untuk mendapatkan informasi cuaca terkini dan mempercepat pengambilan keputusan operasional.
Zullivan mengatakan, jadwal keberangkatan akan disesuaikan untuk menghindari penumpukan dan mengantisipasi kondisi cuaca buruk mendadak. ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk aktif memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan.
Selain itu, pemeriksaan berkala terhadap fasilitas kapal terus dilakukan, diiringi penegakan protokol keselamatan bagi crew dan pengguna jasa. Koordinasi erat juga dijalin dengan instansi pelabuhan serta aparat keamanan.
Di luar persiapan Nataru, PT ASDP Indonesia Ferry saat ini tengah mengkaji komersialisasi lintasan perintis Tondasi–Torobulu (Kabupaten Muna Barat-Konawe Selatan) Hal ini dilakukan karena tingkat animo (load factor) masyarakat di Muna Barat yang cukup tinggi.
Langkah ini bertujuan mendukung keberlanjutan dan sebagai bentuk pelayanan BUMN kepada masyarakat. Disamping itu, ASDP Baubau juga mencatat hingga Oktober 2025 telah menyeberangkan lebih dari 474 ribu penumpang dan 390 ribu kendaraan.
Zullivan mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan memastikan seluruh operasional berjalan lancar, aman, dan nyaman. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk memantau informasi terbaru dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.(Adm)












