BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara telah mengusulkan tiga paket proyek ke Pemerintah Pusat dengan nilai anggaran sebesar Rp20 miliar pada 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali mengatakan, ketiga rencana pekerjaan fisik tersebut yakni Pelabuhan Sulaa, Pelabuhan Tarafu, dan Pemecah Ombak di Wameo diusulkan pada 2024.
“Insya Allah tahun 2025 ini bisa terjawab karena ada beberapa persyaratan yang harus kita penuhi waktu itu,” ujar Muslimin, di Baubau, Rabu (8/1/2025).
Ia mengaku, ketiga proyek tersebut sudah di atensi dan di verifikasi oleh tim dari Jakarta dengan di dampingi dari BPBD Provinsi Sultra dan pihaknya.
“Jadi mereka sudah datang lihat lokasi usulan itu,” ujar mantan Plt Kepala Disdukcapil Baubau ini.
Hanya saja, katanya Muslimin, salah satu persyaratan yang agak berat karena pekerjaannya di laut, sehingga diminta untuk sounding dengan beberapa kegiatan fisik yang sudah di bangun, salah satunya jembatan Pertamina yang kebetulan berdekatan dengan jembatan Sulaa.
Meski, lanjutnya pihak Pertamina sudah memberikan, namun masih ada lagi satu persyaratan dari Balai Sungai di Kendari tidak memberikan rekomendasi.
“Mereka memberikan (rekomendasi) kecuali Balai Sungai Bali, makanya kami harus ke Bali untuk meminta teknisnya untuk di laut,” kata Muslimin dengan menyebut sudah bersurat ke Balai Sungai Bali dan tinggal menunggu balasan untuk kesana.
Menurut Muslimin, pelabuhan yang direncanakan direhabilitasi itu sepanjang 400 meter. Pengerjaan lantai dermaga tersebut dicetak seperti demaga pelabuhan Murhum, dimana satu petak berukuran sekitar 7×5 meter persegi dengan menggunakan tiang pancang.
“Jadi ada satu petaknya itu sudah roboh sehingga akan dibangun ulang. Tapi yang paling besar di Sulaa anggarannya sekitar Rp10 milar lebih,” katanya.
Kata Muslimin juga, meski proyek itu diusulkan oleh BPBD, tetapi tidak menutup kemungkinan akan dikerjakan oleh PU karena ada aturan terbaru.
“Aturan baru sekarang kalau pekerjaan umum seperti itu bisa jadi setelah turun anggarannya PU yang kerja. Jadi tergantung kebijakannya pusat nanti,” kata mantan Camat Wolio ini.
Kata dia, dua pelabuhan rakyat yang bakal direhabilitasi dan pengerjaan pemecah ombak yang baru nanti akan menggunakan dana hibah dari APBN.(Adm)












