BPN Baubau Catat 25 Ribu Bidang Tanah Belum Bersertifikat

Kepala Seksi Survei dan Pemetaan Kantor Pertanahan Kota Baubau, La Ode Sarfin

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Baubau mencatat masih terdapat sekitar 25.133 bidang tanah di wilayah tersebut yang belum bersertifikat. Meski demikian, seluruh bidang tanah itu telah terpetakan melalui program strategis nasional berupa peta bidang tanah (PBT) tahun 2024.

Kepala Seksi Survei dan Pemetaan Kantah Kota Baubau, La Ode Sarfin, mengatakan bahwa semua bidang tanah tersebut kini sudah memiliki Nomor Identifikasi Bidang (NIB). Penerbitan NIB ini menjadi bagian dari deklarasi Kota Baubau sebagai “kota lengkap” pada 2024.

“Total bidang tanah yang sudah terpetakan sebanyak 25.133 bidang. Semua bidang itu memang belum bersertifikat, tapi sudah memiliki NIB,” jelas Sarfin, Senin (5/5/2025).

Ia menjelaskan, meski belum bersertipikat, proses sertifikasi bisa dilakukan lebih cepat karena bidang-bidang tersebut telah terdelineasi melalui citra foto udara tegak.

Selain itu, dengan bidang tanah sudah terpetakan, masyarakat tidak lagi dibebani biaya pengukuran yang masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Warga tinggal mengajukan permohonan SK pemberian hak ke Kantah Baubau.

Nantinya kata Sarfin, jika ada pemohon yang mengajukan sertifikat, Kantah hanya perlu mengukur ulang untuk menyesuaikan data bidang dengan kondisi fisik terkini di lapangan.

“Kemarin saat pemetaan, kami hanya mendelineasi batas berdasarkan kenampakan seperti pagar dari foto udara. Tapi sering kali pagar itu bukan batas sebenarnya. Jadi saat ada permohonan, kami lakukan pengukuran ulang untuk penyesuaian,” jelasnya.

Menurut Sarfin, jumlah bidang tanah belum bersertifikat diperkirakan akan terus menurun pada tahun 2025 seiring berjalannya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Tahun ini Kantah Baubau diberi target program PTSL sebanyak 775 bidang.

“Kalau ada berkas masuk melalui program PTSL, kami ukur kembali secara langsung di lokasi. Karena pemetaan sebelumnya hanya berdasarkan foto udara,” ungkapnya.

Tahun 2025 ini, lanjut Sarfin, Kantah Baubau tidak lagi menargetkan peta bidang baru karena seluruh wilayah telah selesai dipetakan pada tahun sebelumnya. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian Sertifikat Hak atas Tanah (SHT).(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *