BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Perum Bulog Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara, mulai mendistribusikan beras Bantuan Pangan (Bapang) tahap tiga untuk lima daerah di wilayah Kepulauan Buton sekitar 1.500 ton.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Baubau, Muthain Muhammadong mengatakan, bantuan pangan tahap tiga untuk tiga bulan yakni Agustus, Oktober dan Desember akan disalurkan untuk Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Kabupaten Wakatobi.
“Bantuan pangan ini untuk lima daerah sekitar 500 ton untuk satu bulan, sehingga untuk tiga bulan kurang lebih 1.500 ton beras,” ujar Muthain, di Baubau, Rabu (7/8/2024).
Ia mengatakan, penyaluran Bapang tahap tiga tersebut sudah dilakukan peluncuran di Buton Tengah, kemudian akan disusul daerah lainnya.
“Kemarin kita launching baru Buteng. Untuk Buteng jatahnya sekitar 74 ton untuk sebulan. Selanjutnya besok kita di Kabupaten Buton. Penyaluran itu tergantung kesiapan pemda masing-masing karena sudah terjadwal semua,” ujarnya.
Dikatakan, penyaluran bantuan itu perbulan, namun adapun kondisi di kepulauan bisa langsung tiga bulan sekaligus.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya dalam pelaksanaan penyaluran tersebut tidak mendapat kendala berarti, hanya mungkin dilapangan kadang penerima tidak hadir ketika sudah dijadwalkan karena ada kerjaan lain.
“Untuk kendala tidak ada, hanya mungkin untuk dilapangan kadang penerima kan mungkin ada kerjaan diluar atau ke kebun sehingga tidak sempat, jadi kadang penyaluran agak tersita waktu dua sampai tiga hari,” ujarnya.
Muthain juga mengatakan, pendistribusian bantuan tersebut disalurkan langsung ke desa/kelurahan yang kemudian pihak desa atau kelurahan yang membagikan ke warga penerima.
Ia juga menyebut bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog Baubau masih aman hingga akhir tahun ini, baik ketersediaan beras untuk stabilisasi harga dan cadangan untuk bencana alam.
“Saat ini stok beras kurang lebih 1.900 ton, juga ada gula pasir dan minyak goreng. Beras masih cukup hingga tiga bulan kedepan,” katanya mantan Pemimpin Perum Bulon Cabang Ruteng, NTT ini.
Dikatakan pula stok kebutuhan rumah tangga tersebut akan ada penambahan karena ketersediaan stok yang ada di gudang juga terus bergerak berkurang.(Adm)












