BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Perum Bulog Cabang Baubau, secara resmi melaunching penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Peluncuran ini ditandai dengan pengangkatan bendera star oleh Plt Asisten III Setda Pemkot Baubau, Muh Abduh, bertempat di Gudang Penyimpanan Bulog di Kelurahan Wangkanapi, Rabu (23/7/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Baubau.
Plt Asisten III Setda Pemkot Baubau, Muh Abduh, menyebutkan, penyaluran SPHP menjadi langkah strategis pemerintah untuk meredam gejolak harga beras, dan menjadi salah satu penyumbang tertinggi inflasi di daerah itu.
“Launching ini adalah bentuk konkret perhatian pemerintah terhadap persoalan inflasi, terutama harga beras. Harapannya, agar harga kembali stabil dan tidak membebani masyarakat,” ujar Muh Abduh dalam sambutannya.
Pada hari pertama peluncuran ini, Bulog Baubau menyalurkan 20 ton beras SPHP kepada 10 mitra Rumah Pangan Kita (RPK), masing-masing mendapatkan alokasi dua ton.
Sementara, Kepala Perum Bulog Baubau, Muthain, menyebutkan bahwa penyaluran beras SPHP dilakukan serentak melalui 30 mitra RPK yang telah terverifikasi, terdiri dari 23 unit di Pasar Wameo dan 7 unit di Pasar Karya Nugraha.
Untuk memastikan keberlanjutan program, kata dia, Bulog Baubau menyiapkan stok awal sebanyak 50 ton beras SPHP pada hari pertama.
Ia juga mengatakan, pihaknya akan menyalurkan maksimal dua ton per RPK setiap hari, dengan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram.
“Semua penyaluran dipantau secara digital melalui aplikasi Klik SPHP sehingga terpantau stoknya dan bisa dicegah potensi penimbunan,” tegas Muthain.
Saat ini stok beras di Gudang Bulog Kelurahan Wangkanapi saat ini tercatat melimpah, dengan total ketersediaan di atas 3.000 ton. Bulog menjamin stok beras aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2025.
Ia berharap, langkah ini mampu menstabilkan harga beras, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan di tengah tekanan inflasi yang cukup tinggi di wilayah Baubau.(Adm)












