BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau berhasil menekan biaya rekening listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga ratusan juta rupiah per tahun. Penghematan ini dicapai meskipun jumlah titik lampu PJU di kota ini terus bertambah dalam dua tahun terakhir.
Kepala Dishub Baubau, Arlis, mengungkapkan bahwa sebelum ia menjabat, tagihan listrik PJU pada Mei 2023 berada di kisaran Rp448 juta per bulan, dengan jumlah sekitar 7.000 titik lampu. Namun, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah titik PJU di Baubau bertambah sekitar 500 titik menjadi sekitar 7.500 titik. Ajaibnya, meski jumlah lampu bertambah, beban rekening PJU justru turun.
“Posisi beban rekening listrik untuk PJU kita pernah di bawah Rp400 juta per bulan sekitar Rp380 juta. Sekarang-sekarang ini kurang lebih Rp400 sekian, tapi Insya Allah belum pernah di atas Rp 410 juta,” jelas Arlis, di Baubau, Selasa (30/9/2025).
Dishub Baubau mencatat adanya efisiensi biaya listrik sekitar Rp40 hingga Rp50 juta per bulan dibandingkan beban rekening sebelumnya. Jika dihitung rata-rata efisiensi sekitar Rp30 juta per bulan, maka dalam satu tahun, Pemerintah Kota Baubau bisa menghemat hingga Rp360 juta.
“Jumlah penghematan ini bisa dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya,” tutur Arlis.
Ia mengatakan, penghematan ini berkat satu intervensi atau inovasi sederhana yang dilakukan Dishub Baubau. Inovasi tersebut adalah menyeragamkan waktu nyala dan padam PJU secara otomatis.
“Yang kita lakukan adalah kita seragamkan waktu nyalanya, ya kita otomatiskan waktu nyalanya di kurang lebih jam 6 sore. Kemudian kita padamkan di kurang lebih di setengah 6 pagi,” kata Arlis.
Ia menambahkan, sebenarnya ada beberapa intervensi yang bisa dilakukan untuk penghematan, namun saat ini baru satu yang diterapkan pihaknya.
Arlis menjelaskan, dua intervensi potensial lainnya adalah menurunkan intensitas cahaya (meredupkan) lampu PJU di tengah malam, misalnya antara jam 12 malam hingga jam 3 pagi, saat aktivitas mulai sepi. Hal ini akan mengurangi jumlah daya yang terpakai.
Selain itu, intervensi lainnya dengan menyalakan lampu secara selang-seling misalnya satu nyala, satu padam, jika kondisi keuangan memaksa penekanan biaya yang lebih besar.
Namun saat ini kata Arlis, fokus Dishub Baubau adalah pada otomatisasi waktu penyalaan dan padam, yang terbukti sudah membawa dampak signifikan dalam penghematan anggaran daerah.(Adm)












