BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau mengusulkan agar kawasan Kotamara tidak dijadikan sebagai perlintasan umum.
Kepala Dishub Baubau, Arlis, mengungkapkan jika Kotamara dijadikan jalur lalu lintas umum, dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk kecelakaan dan keramaian yang tidak terkendali.
“Kawasan Kotamara itu ruang publik. Dalam beberapa kali rapat, saya suarakan agar Kotamara jangan dijadikan perlintasan umum,” ujar Arlis, Rabu (12/2/2025).
Ia menekankan, Kotamara seharusnya menjadi ruang interaksi bagi masyarakat yang ingin menikmati ruang publik, bukan sebagai jalan pintas menuju Pasar Wameo atau tempat lain maupun sebaliknya.
Menurut Arlis, jika kawasan tersebut tetap digunakan sebagai perlintasan umum, maka kawasan Jalan Wakaka dan Hayam Wuruk yang berada di atasnya akan menjadi sepi. Padahal, kedua jalan tersebut merupakan jalan utama yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi jika ramai dilalui masyarakat.
“Jalan Wakaka dan Hayam Wuruk yang di atas itu sunyi, sementara itu jalan-jalan besar. Ketika kedua jalan itu dijadikan perlintasan umum dan ramai, maka nilai ekonomi di sekitar itu pasti akan tumbuh, baik itu kuliner maupun UMKM,” jelasnya.
Arlis juga menyoroti kesulitan dalam menarik retribusi jika Kotamara menjadi perlintasan umum. Ia khawatir banyak orang yang mengaku memiliki rumah di Rusunawa untuk menghindari retribusi, padahal kenyataannya tidak.
“Kotamara ini kalau dijadikan perlintasan umum pasti semrawut dan kita agak kesulitan untuk menarik retribusi karena bisa saja orang melintas di situ mengatakan saya punya rumah di Rusunawa sementara mungkin tidak,” katanya.
Karena itu, Ia berharap ada regulasi yang mengatur penggunaan ruang publik agar sesuai dengan fungsinya.
Ia juga menyinggung konsep ruang publik yang pernah dibangun oleh Wali Kota Baubau sebelumnya, Amirul Tamim, di mana keberadaan kuliner di ruang publik bersifat sementara dan tidak permanen.
“Coba kita lihat di kota-kota besar, pada siang hari tidak ada jajanan kuliner, dia hadir nanti menjelang malam. Tapi begitu pagi, sudah bersih lagi,” pungkasnya.(Adm)












