Disnaker Baubau Gelar Seminar Akhir Pembuatan Master Plan Balai Latihan Kerja

Suasana seminar akhir pembuatan master plan Balai Latihan Kerja (BLK) yang digelar di salah satu hotel di Baubau, Kamis (15/6/2023).

Baubau, (Pantautoday.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar seminar akhir pembuatan master plan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan harapan mendapat masukan dalam pembangunan workshop BLK itu.

Kepala Disnaker Baubau, Moh Abduh mengatakan, pihaknya merancang pembangunan BLK daerah itu memiliki 14 gedung workshop yang dilengkapi asrama, fasilitas olahraga dan fasilitas publik.

Kata dia, gedung workshop dan utilitasnya itu akan dibangun dilahan seluas 10,5 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-lea. Sedangkan, gedung kantor BLK-nya telah rampung dibangun dilokasi yang sama.

“Sudah ada penegasan dari pak Wali Kota bahwa semua lahan tersebut diperuntukkan untuk pembangunan BLK. Sehingga kita tidak tanggung-tanggung membuat master plan secara utuh mulai dari workshop, asrama, fasilitas olahraga dan fasilitas publik. Rencana ada 14 workshop,” kata Abduh, usai Seminar Akhir pembuatan dokumen master plan BLK Baubau disalah satu hotel, di Baubau, Kamis (15/6/2023).

Lebih lanjut diuraikan, 14 gedung workshop yang direncanakan pembangunannya untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja tersebut yaitu gedung workshop teknis las, teknik otomotif, teknik listrik, teknik elektronik, bangunan, teknologi informasi dan komunikasi serta tata kecantikan.

Kemudian, gedung workshop tata busana, pariwisata, pertanian, perikanan, procecing, agribisnis dan industri kreatif.

Karena itu, Abduh mengatakan, melalui seminar akhir dengan menghadirkan tim ahli dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Baubau tersebut, bertujuan agar diperoleh masukan demi memantapkan perencanaan pengembangan BLK Baubau.

“Karena kita berharap BLK kita satu tingkat lebih tinggi dari BLK Kendari, sebab ada beberapa spesifikasi workshop kita tidak ada di BLK Kendari, contohnya, workshop kepariwisataan, perikanan dan pertanian. Sementara dalam nomenklatur Kementerian Tenaga Kerja, workshop tersebut dimungkinkan kita bangunan,” ujarnya.

Dikatakan Abduh, gedung workshop dan utilitas BLK Baubau akan dibangun secara bertahap karena ditaksir butuh dana sekira Rp90 miliar.

Pun begitu menurutnya, ada semacam kolaborasi membangun BLK tersebut antara Pemkot Baubau, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

“Jadi perencanaan dan penyiapan lahan BLK gawean Pemkot Baubau. Gedung dan utilitasnya gawean Pemprov Sultra sedangkan peralatan workshop termasuk instruktur dan pembiayaan proses pelatihan dari Kemenaker. Dan ibu Menteri Kemenaker sudah oke,” katanya.

Sebagai tahap awal, kata Abduh, Pemkot Baubau sudah mengusulkan pembangunan beberapa gedung workshop kepada Pemprov Sultra pada 2024 mendatang. Namun, dirinya tidak merinci gedung workshop apa saja yang diusulkan itu.

“Tapi Dinas Cipta Karya Sultra sudah memasukkan usulan kita. Jadi tinggal dijaga, mudah-mudahan terealisasi di APBD Provinsi Sultra tahun 2024. Sedangkan peralatan workshopnya kita usulkan di Kementerian,” pungkasnya.(adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *