BAUBAU, (PANTAUTODAY COM) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, bekerjasama Perum Bulog merespon gejolak kenaikan harga beras secara nasional dengan menggelar pasar murah dibeberapa lokasi daerah itu.
Sekretaris Disperdagrin Baubau, H Nasir mengatakan, operasi pasar murah digelar mulai 26 September hingga 22 November 2023, sebagai salah satu upaya menstabilisasi harga beras yang belakangan ini mengalami kenaikan yang bisa berdampak pada inflasi.
“Jadi, pasar murah hari ini dan besok (26-27/9) digelar di halaman kantor Disperdagrin. Selanjutnya akan digelar di kecamatan-kecamatan juga,” ujarnya, di Baubau, Selasa (26/9/2023).
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, pihak Bulog menyiapkan beras medium dengan harga Rp10.900 per kilogram. Lokasi pasar murah juga akan dipusatkan di kecamatan se-daerah itu.
“Ini dilatarbelakangi gejolak harga beras secara nasional karena adanya pengurangan jumlah pasokan beras dari (negara) lain yang pada akhirnya berdampak sampai ke daerah sehingga harga mulai mengalami kenaikan,” katanya.
Saat ini diakui Nasir, harga beras premium di pasar berkisar Rp14 ribu-Rp15 ribu per kilogram dari sebelumnya sebesar Rp12 ribu. Sedangkan beras medium sudah berkisar Rp12 ribu per kilogram.
“Pemerintah melihat (kenaikan harga beras-red) ini akan berdampak pada inflasi daerah dan secara khusus kepada masyarakat sehingga kami bekerjasama dengan Bulog melakukan operasi pasar mulai hari ini,” tuturnya.
Sesuai jadwal yang ditetapkan Disperdagrin Baubau, pelaksanaan operasi pasar di Kecamatan Wolio mulai 3-4 Oktober, Kecamatan Murhum 10-11 Oktober, Kecamatan Betoambari 17-18 Oktober dan Kecamatan Batupoaro 24-25 Oktober 2023.
Kemudian, Kecamatan Bungi mulai 31 Oktober – 1 November, Kecamatan Kokalukuna 7-8 November, Kecamatan Lea – Lea 14-15 November dan Kecamatan Sorowalio mulai 21-22 November 2023.(Adm)












