Dua Kapal ASDP Baubau Jalani Docking

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau, Jamaluddin

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Sebanyak dua unit armada dari total 14 kapal di wilayah kerja ASDP Cabang Baubau sedang menjalani perawatan rutin alias docking di Kendari. Kedua armada adalah KMP Tongkol yang beroperasi dilintasan Baubau-Waara (Baubau-Buteng) dan KMP Bahteramas II dirute Kamaru-Wanci (Buton-Wakatobi). Meski demikian, layanan penyeberangan di lintasan tersebut dipastikan berjalan normal.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau Jamaluddin, mengatakan, KMP Bahteramas II diperkirakan selesai melaksanakan perawatan rutin selama tiga pekan. Sementara KMP Tongkol masih membutuhkan waktu lebih lama pasca insiden kandasnya beberapa waktu lalu.

“Tapi untuk lintasan Baubau-Waara tidak terganggu. Karena Sebenarnya KMP Tongkol itu adalah kapal tambahan yang direlokasi dari Surabaya untuk kita maksimalkan di Baubau-Waara,” kata Jamaluddin, Kamis (21/8/2025).

Meski kapal melaksanakan docking, ia memastikan layanan penyeberangan dilintasan tersebut tidak terganggu, begitu juga di trayek Kamaru-Wanci.

Menurut Jamaluddin, setelah KMP Tongkol selesai docking, lintasan Baubau-Waara akan memiliki dua kapal operasional secara eksixting atau tetap, yaitu KMP Tenggiri dan KMP Tongkol.

ASDP Baubau juga telah menyiapkan skema bantuan kapal di lintasan Baubau-Waara jika terjadi peningkatan penumpang seperti pada musim angkutan Lebaran dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Kapal lain yang biasanya melayani lintasan berbeda, seperti KMP Sultan Murhum dan KMP Inerie, akan diperbantukan.

​”Jadi KMP Sultan Murhum yang lintasan utamanya Baubau-Tolandona, serta KMP Inerie untuk rute Baubau-Kadatua, Siompu, dan Kadatua, sifatnya hanya membantu saat dibutuhkan,” terangnya.

​Jamaluddin menegaskan bahwa PT ASDP Baubau tidak akan kekurangan kapal untuk melayani lintasan padat seperti Baubau-Waara. Ia menambahkan bahwa kapal-kapal di lintasan komersil memiliki fleksibilitas untuk saling membantu, berbeda dengan kapal di lintasan subsidi yang terikat kontrak dengan pemerintah

“Di lintasan komersil seperti Torobulu-Tampo, Baubau-Waara, Kendari-Langara, dan Labuan-Amolengo, kita bisa saling mengisi jika ada kebutuhan,” ujarnya.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *