Dua Pekan Posko Nataru, Pelni Baubau Catat 18 Ribu Penumpang

Kepala PT PELNI Cabang Baubau, Djasman

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – PT. PELNI (Persero) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara mencatat jumlah penumpang sejak posko angkutan laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dibuka pada 18 Desember hingga 29 Desember 2025 atau telah dua pekan berjalan sebanyak 18.068 orang.

Kepala PT PELNI Cabang Baubau, Djasman merincikan, dari jumlah penumpang tersebut, sebanyak 9.418 orang berangkat (naik) dari Baubau, sementara 8.650 orang tiba (turun).

​”Hingga hari ini, total sudah ada 14 kapal yang sandar di Pelabuhan Murhum selama periode angkutan Nataru,” ujar Djasman, di Baubau, Senin (29/12/2025).

Djasman menyebutkan, volume penumpang tahun ini cenderung stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 18.703 jiwa yang terdiri penumpang turun 9.249 orang dan naik 9.454 orang, dengan frekuensi 15 kunjungan kapal.

​Menurutnya, mobilitas penumpang saat ini didominasi oleh segmen pelajar dan mahasiswa. “Jumlah penumpang ini tergolong biasa. Mayoritas didominasi anak sekolah yang pulang libur semester,” tambahnya.

Untuk dua hari ke depan, yakni 30 dan 31 Desember, PELNI Baubau mengonfirmasi tidak ada jadwal kapal yang masuk ke Pelabuhan Murhum. Aktivitas pelayaran akan kembali pada 1 Januari 2026 melalui kedatangan KM Nggapulu dan KM Labobar.

Menariknya, PELNI telah menyiapkan agenda khusus menyambut tahun baru berupa pemberian suvenir bagi para penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Murhum, khususnya pengguna KM. Nggapulu.

“Aksi ini merupakan bagian dari program relasi pelanggan PT. PELNI. Kami nanti menyesuaikan pemberian souvenirnya dengan jumlah penumpang yang ada,” kata Djasman.

Mengenai realisasi diskon tiket 20 persen yang diberikan selama masa Nataru, Djasman menyebut serapan stimulus tersebut sudah sangat maksimal. Secara nasional, kuota diskon di seluruh armada PELNI diperkirakan hanya tersisa sekitar 30 persen.

​Tingginya serapan ini menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan momentum diskon untuk menekan biaya perjalanan selama masa libur akhir tahun.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *