Kerap Gangguan Saat Hujan, Dishub Baubau Perbaiki PJU

Kadis Perhubungan Kota Baubau, Arlis

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau terus berupaya menjaga kontinuitas penerangan jalan umum (PJU) di wilayahnya. Namun, kendala gangguan kelistrikan menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan.

Kepala Dishub Baubau, Arlis menjelaskan, gangguan kelistrikan pada PJU ada dua jenis, yaitu gangguan elektrik dan gangguan mekanis. Saat musim hujan seperti ini, gangguan mekanis menjadi yang paling dominan.

“Di musim hujan seperti ini, yang paling dominan adalah gangguan mekanis, karena di dalam kota ini, jaringan kita menggunakan jaringan udara,” ungkap Arlis, Jum’at (31/1/2025).

Ia mengatakan, jaringan udara PJU tersebut berada di antara cabang-cabang pohon. Terpaan angin menyebabkan jaringan bergesekan dengan pohon, mempengaruhi konektivitas atau sambungan, dan berpotensi menyebabkan korsleting.

“Ketika longgar, akan terjadi panas jika tidak putus langsung. Begitu panas, dia korslet,” jelasnya.

Menghadapi tantangan ini, Dinas Perhubungan secara intensif melakukan pemeliharaan PJU. Mereka mengandalkan laporan dari masyarakat dan juga memiliki operator lapangan yang secara rutin melakukan pengecekan.

“Jadi terima kasih kepada masyarakat yang secara intensif melaporkan bila ada gangguan. Begitu juga operator kami di lapangan yang sudah dijadwalkan,” ujar Arlis.

Ia mengatakan, dengan jumlah titik PJU di Kota Baubau yang mencapai lebih dari 7.000, tidak mungkin semua gangguan dapat diatasi secara bersamaan. Dinas Perhubungan melakukan klasifikasi gangguan berdasarkan tingkat kerusakannya.

“Kalau musim hujan begini, hampir setiap hari, petugas PJU bergerak ke lapangan untuk memastikan PJU dalam posisi on,” kata Arlis.

Perbaikan PJU tidak hanya dilakukan pada hari kerja, tetapi juga pada akhir pekan, bahkan hingga malam hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi bahaya, seperti kabel yang jatuh dan masih bertegangan.

“Kalau kita tidak cepat lakukan perbaikan, jangan sampai kabel yang jatuh itu masih posisi bertegangan, itu lebih fatal,” pungkasnya.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *