Kota Baubau Hadiri Kongres JKPI X di Semarang

Kota Baubau saat menghadiri salah satu agenda kegiatan Kongres JKPI X di Semarang, Jawa Tengah, 22-25 Agustus 2023.

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakesnas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) X di kawasan Kota Lama Semarang yang digelar 22-25 Agustus 2023.

Asisten I Setda Pemkot Baubau, La Ode Aswad mengatakan, kehadiran Pemkot Baubau memenuhi dua undangan sekaligus yaitu dari Ketua Presidium JKPI 2022 – 2023 yang dijabat oleh Wali Kota Palembang dan undangan tuan rumah Rakernas JKPI X Pemkot Semarang.

“Kebetulan pada Rakernas itu salah satu satu agendanya pemilihan Ketua Presidium JKPI 2023-2024. Dan terpilih secara aklamasi Wali Kota Semarang sebagai ketua Predisium JKPI 2023 – 2024,” ujar La Ode Aswad, Senin (29/8/2023).

Aswad yang juga Ketua rombongan Pemkot Baubau Rakernas JKPI itu mengatakan, keikutsertaan Pemkot Baubau pada Kongres JKPI sebagai bentuk tanggung jawab moral karena tahun 2018 lalu, Kota Baubau pernah menjadi ketua Presidium sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggara Kongres JKPI.

Sehingga, lanjut pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Baubau ini juga menuturkan keikutsertaan Kota Baubau dalam agenda tersebut merupakan komitmen terhadap pelestarian pusaka-pusaka di wilayah kesultanan Buton.

Asisten I Setda Pemkot Baubau, La Ode Aswad

Karena diantara rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas itu ungkap Aswad, yaitu mendorong Kemendikbudristek untuk mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pelestarian cagar budaya.

“Karena memang pemerintah daerah tidak mampu memelihara sendiri, yang dimana butuh dukungan pemerintah pusat berupa sokongan dana atau tenaga ahli dalam rangka menjaga, melestarikan cagar budaya. Misalnya Benteng Wolio Buton. Dimana, itu sudah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat Nasional, tentu ini mesti ada bantuan pemerintah pusat. Dan Alhamdulillah Kota Baubau dapat yang dikelola oleh Balai Provinsi Sulawesi Tenggara,” tuturnya.

Selain itu dikatakan Aswad, JKPI sebagai upaya mendorong kota-kota pusaka di Indonesia untuk mendapat pengakuan sebagai warisan dunia dari lembaga UNESCO.(adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *