BAUBAU (PANTAUTODAY.COM) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini memfokuskan kelaikan kapal-kapal tradisional karena cukup banyak yang belum melengkapi dari aspek kelayakan kapal demi keselamatan pelayaran.
“Jadi tadi kami dengan tim kantor pusat Direktorat Perkapalan dan Kepelautan mengumpulkan beberapa pemilik kapal untuk menyosialisasikan tentang dokumen-dokumen kapal yang harus mereka miliki,” ujar Kepala KSOP Kelas II Baubau, Jasra Yuzi Irawan, di Baubau, Jumat (11/8/2023).
Selain sosialisasi itu, kata Jasra, juga diberikan alat keselamatan berupa life jacket (baju pelampung) sekitar 100 unit yang dibawa oleh tim dari kantor pusat sekaligus penyampaian tentang cara penggunaannya secara benar dan pengecekan kondisi kapal.

“Jadi tadi itu ada diberikan di pelabuhan Jembatan Batu dan kemarin dihari pertama kegiatan disalah satu hotel juga sudah diberikan secara simbolis. Kemudian nanti lagi kita akan ke pelabuhan Topa (Sulaa) yang merupakan rute ke pulau Siompu, Kadatua dan Batuatas (Buton Selatan) dan membagikan dan cara penggunaan life jacket itu,” katanya.
Ia mengatakan, pemberian baju pelampung terhadap kapal GT 7 ke bawah karena memang begitu banyak kapal-kapal tersebut masih minim dari keselamatan pelayaran. Termasuk, walaupun para kapal mengetahui cara pemakaian baju pelampung itu tetapi belum tau secara benar dalam menggunakannya.
Lebih lanjut kata Jasra, dalam sosialisasi tentang keselamatan pelayaran, juga kepemilikan dokumen kapal berupa E Pas Kecil harus dimiliki oleh kapal sebagai alat registrasi dan bukti kepemilikan orang atas kapal tersebut. Pembuatan E Pas Kecil tersebut cukup dengan mengajukan permohonan ke KSOP tanpa dipungut biaya alias gratis.
Mengenai syarat untuk mendapatkan e pas kecil, kata dia, selain mengajukan permohonan dan KTP, juga melampirkan surat tukang yang mengerjakan kapal itu atau surat dari tempat dimana kapalnya dibuat, yang kemudian pihaknya akan mengukur kapal tersebut untuk menentukan berapa gros akte kapalnya.
“E pas kecil itu sekarang sudah canggih, bukan dalam bentuk kertas lagi, semacam KTP, bahkan bisa diisikan saldo uang dan bisa dipakai ke e-tolk, belanja, jadi itu kerja sama dengan BNI, ada barcodnya dan mengenai kapal itu juga ada disitu,” ujarnya.(adm)












