BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara, mengharapkan kepada nakhoda atau pemilik kapal dan calon penumpang untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
“Jadi dalam rangka menerapkan keselamatan pelayaran, salah satu yang menjadi perhatian utama KSOP Baubau adalah cuaca. Olehnya diharapkan kepada para nakhoda dan penumpang untuk betul-betul memperhitungkan sebelum melakukan perjalanan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca,” ujar Ph Kepala KSOP Kelas II Baubau, Hasbi Hasim, di Baubau, Selasa (6/8/2024).
Di samping itu, kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Baubau ini juga para pemilik atau pun nakhoda kapal untuk senantiasa memperhatikan alat-alat keselamatan yang seharusnya tersedia cukup diatas kapal.
“Kemudian kondisi permesinan, kondisi konstruksi kapal juga harus betul betul dalam kondisi prima sebelum melakukan kegiatan pelayaran,” ujar Hasbi.
Ia juga mengatakan, dalam memantau kondisi terkini informasi cuaca, pihaknya dengan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat dan ada dalam satu group WhatsApp (WAG) guna setiap saat mengetahui penyampaian informasi-informasi mengenai kondisi cuaca terkini.
Dikatakannya, informasi cuaca dari BMKG menjadi pertimbangan pertama atau hal utama pihaknya sebelum memberangkatkan kapal.
“Informasi cuaca dari BMKG itu terupdate setiap saat dan itu yang disampaikan juga kepada nakhoda. Ini tentu demi menciptakan kondisi keselamatan pelayaran yang prima dalam rangka memberi edukasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa tidak selamanya kita harus memaksakan diri untuk setiap saat dapat berangkat saat cuaca ekstrim,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, informasi kondisi cuaca dari BMKG antara 1,5-2,5 meter. Kondisi tersebut fluktuatif karena kondisi cuaca itu ada kalanya agak ekstrim dan agak reda, dan pada saat reda itulah yang dimanfaatkan oleh kapal-kapal melakukan pelayaran untuk mengurangi risiko.(Adm)












