BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara, menyatakan sebanyak 21 armada kapal antarpulau disejumlah daerah provinsi itu siap melayani penumpang angkutan Lebaran 1446 Hijriah setelah dilakukan uji petik.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Saaduddin mengatakan, kapal-kapal antarpulau yang masuk tanggungjawab pihaknya untuk dilaksanakan uji petik sebanyak 24 kapal, namun terdapat tiga unit kapal lainnya saat ini masih melaksanakan perawatan rutin atau docking.
“Jadi tiga kapal yakni, KM Tiodora, Bintang Samudera III, dan KM Arena III kemungkinan besar tidak melayani penumpang pada masa angkutan Lebaran 2025 karena masih terbatasnya kapasitas docking yang akan dimasuki. Untuk KM Bintang Samudera akan menjalani docking besar jadi agak lama,” ujar Saaduddin, Selasa (11/3/2025).
Kata dia, meski ketiga kapal itu tidak akan beroperasi pada musim angkutan Lebaran Idul Fitri ini, namun ada beberapa kapal yang memiliki trayek yang sama.
“Seperti kapal Tiodora sama rutenya dengan KM Teratai tujuan Raha (Muna), Kendari sampai Bobong,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kapal Bintang Samudra beroperasi ke sejumlah pulau di Wakatobi sedangkan kapal Arena di rute Talaga (Buton Tengah) serta Tiodora beroperasi tujuan Bobong Taliabo.
Kapal-kapal antarpulau yang dipastikan melayani angkutan Lebaran diantaranya tujuan Kasipute, Kabaena (Bombana), Binongko, Kaledupa (Wakatobi), Talaga (Buton Tengah) dan beberapa daerah lainnya di provinsi Sulawesi Tenggara.
Saaduddin mengatakan bahwa masa uji petik kapal sesuai perintah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dilaksanakan mulai 1 sampai 28 Februari 2025 dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran Idul Fitri 2025.
“Jadi kami dari KSOP Kelas II Baubau sudah melaksanakan uji petik untuk kesiapan armada kapalnya. Jadi yang masuk laporan kami sebanyak 21 kapal yang siap melayani untuk angkutan Lebaran 2025,” terangnya.
Pada masa angkutan Lebaran ini, kata dia, pihakanya berharap dukungan dari masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan pada saat akan melaksanakan mudik lebaran dengan tentunya tidak memaksakan berangkat apabila memang kondisi kapal sudah penuh.
“Tentu kami imbau kepada masyarakat yang akan mudik bisa menunggu kapal berikutnya dengan tujuan yang sama guna mencegah hal yang tidak diinginkan bersama,” tutupnya.(Adm)












