KSOP Baubau Sebut Pasokan Air PDAM ke Kapal Tersendat

Bak air yang ada di Pelabuhan Murhum Baubau

BAUBAU, Pantautoday.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara, menyebutkan pasokan air PDAM Baubau ke kapal tersendat sehingga kebutuhan air di pelabuhan menjadi tidak maksimal.

Kepala KSOP Kelas II Baubau, Jasra Juzi Irawan mengatakan, tersendatnya pasokan air PDAM itu sudah berlansung beberapa hari. Menurut dia, kondisi itu cukup berdampak terhadap pelayanan air bersih. Sebab, mayoritas kapal Pelni yang menyinggahi Pelabuhan Murhum menggantungkan pasokan airnya di Baubau.

“Kami melayani 12 kapal Pelni dan kapal-kapal itu pasti mengisi airnya di Baubau karena air disini terkenal bersih dan harganya murah ketimbang Makassar atau Ambon sehingga mereka lebih senang mengisi air disini. Tapi sekarang dengan permintaan begitu banyak namun suplainya tidak memenuhi, akhirnya menjadi masalah,” kata Jasra, di Baubau, Selasa (16/5/2023).

Ia menyebut, sekali pengisian air untuk tiap kapal Pelni tipe 2.000 penumpang antara 200-400 kubik. Namun saat ini hanya bisa dilayani 70 sampai 80 kubik air.

“Kalau dengan jumlah seperti itu, hanya beberapa jam pelayaran kapal, itu sudah bisa habis airnya,” katanya.

Karena itu pihaknya telah meminta PDAM Baubau secepatnya membenahi sistem pelayanan air bersih di pelabuhan Murhum agar PDAM juga bisa memperoleh pendapatan maksimal dari pelayanannya.

“Karena pendapatan PDAM Baubau terbesar ada di Pelabuhan karena tarif (air) kita disini harga industri, berbeda dengan rumah-rumah,” ujarnya.

Terpisah, Pelaksana Direktur PDAM Baubau, Mursiddin mengatakan, selama ini pasokan air di pelabuhan di suplai dari sumber air Karaha dengan mesin pompa, serta dari Air Jatuh dengan sistem gravitasi.

Namun, kata Mursiddin, mesin pompa di Karaha saat ini sedang rusak, sehingga hanya mengandalkan suplai dari Air Jatuh dengan sistem gravitasi, akibatnya, debit air yang mengalir ke bak penampung di Pelabuhan menjadi lambat, sementara permintaan air untuk kapal begitu tinggi.

“Karena biasanya kalau kebutuhan besar di Pelabuhan, harus ditambah dari sumber air Karaha karena satu-dua jam saja pompanya beroperasi, baknya itu sudah hampir penuh. Tetapi, kalau mengandalkan gravitasi di Air Jatuh memang agak lambat,”ujarnya.

Karena itu, pihaknya saat ini sedang membenahi kerusakan mesin pompa tersebut sehingga pelayanan air bersih di pelabuhan bisa kembali normal.(adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *