KSOP Baubau Tawarkan Pemda Bentuk Depo Peti Kemas

Kepala KSOP Kelas II Baubau, Jasra Yuzi Irawan

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara, berencana menawarkan ke pemerintah daerah itu untuk membentuk depo peti kemas guna memperlancar arus logistik.

Kepala KSOP Kelas II Baubau, Jasra Yuzi Irawan mengatakan, lahan penumpukan peti kemas di pelabuhan Murhum Baubau sudah sangat terbatas sehingga dibutuhkan dukungan Pemda dalam peningkatan luas lapangan petu kemas.

“Rencana saya mau koordinasi dengan Pak Pj Wali Kota Baubau karena ada beberapa lahan kosong milik pemerintah daerah yang bisa dioptimalkan. Bisa kita bentuk depo peti kemas untuk menunjang pelabuhan,” ujar Jasra, di Baubau, Senin (24/10/2023).

Dikatakan, dengan adanya depo peti kemas itu, di pelabuhan tidak akan lagi melakukan kegiatan bongkar muat dan juga bisa lebih memperlancar lalu lalang kendaraan di pelabuhan.

“Nanti bongkar muat peti kemas di depo. Jadi pelabuhan cuma transit barang full masuk ke kapal maupun sebaliknya barang bongkar langsung masuk ke depo. Sehingga depo menjadi tempat konsolidasi barang,” jelasnya.

Saat ini kata Jasra, hanya dua perusahaan peti kemas beroperasi di pelabuhan Baubau yakni PT. Spill dan Srill dengan rata-rata penumpukan peti kemas tiap bulan sebanyak 2.500 teus.

Belum lama ini ungkap Jasra, ada dua lagi perusahaan peti kemas hendak masuk dengan rata-rata penumpukan 1.000 sampai 1.500 teus stiap bulan, tapi areal di pelabuhan sudah tidak ada.

“Kemarin itu ada dua peti kemas yang ingin masuk disini yakni Tanto Raya sama Meratus. Tapi, bukannya kita menolak hanya memang lahan penumpukan kita sudah tidak punya,” katanya.

Karena itu, pihaknya berharap Pemkot Baubau bisa menyiapkan lahan setidaknya seluas satu hektare membentuk depo peti kemas. Pemkot bisa memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) dari aktivitas di depo.

“Biaya penumpukan petik kemas, biaya pas masuk orang ke dalam lahan depo, biaya sewa alat berat di depo, biaya lif on dan lif off di depo. Itu semua masuk ke PAD Pemda,” ujarnya.

Selain itu juga kata Jasra, depo peti kemas akan meminimalisir mobil peti kemas berseliweran dijalan-jalan utama menuju lokasi bongkar di toko-toko ataupun gudang sehingga kemacetan bisa dicegah.

“Karena kalau peti kemas sudah di depo, nanti yang ambil ke depo itu pakai truk-truk kecil yang masuk ke gudang atau ke toko. Kemudian, bisa menghemat umur sejumlah jalan, karena kalo peti kemas lumayan berat,” pungkasnya.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *