BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau, La Ode Hadia, memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Betoambari dalam mengembangkan bandara tersebut. Salah satu terobosan terbaru yang sedang diupayakan adalah menghadirkan fasilitas pengisian bahan bakar pesawat (Avtur) di daerah itu.
Langkah ini dianggap krusial untuk mewujudkan penerbangan langsung dari Baubau ke berbagai kota besar di Indonesia. Bukan hanya Makassar, tetapi ke depan Baubau-Jakarta juga bisa.
Ia optimistis akan ada pengusaha yang tertarik berinvestasi dalam penyediaan bahan bakar pesawat tersebut. Keyakinan ini didasari oleh peningkatan jumlah penumpang di Bandara Betoambari, terutama sejak kehadiran maskapai Super Air Jet (SAJ) yang menawarkan tiket murah.
“Dengan adanya penerbangan ini, saya kira akan muncul pengusaha-pengusaha kita yang siap. Tanpa diundang pun, pasti ada. Banyak pengusaha di sini, atau kalau tidak dari luar pasti ada,” jelas anggota Komisi III DPRD Baubau ini, di Bandara Betoambari, Minggu (15/6/2025).
Menurut La Ode Hadia, terobosan Wali Kota Baubau dalam pengembangan Bandara Betoambari sangat signifikan, didukung penuh oleh Kepala UPBU Betoambari, Anas La Bakara. “Sekarang ada perubahan yang cukup besar di Bandara Betoambari,” tambah legislator dari partai Gerindra ini.
Selain Avtur, Pemkot Baubau dan UPBU Betoambari juga berencana membangun terminal baru yang lebih representatif. Hal ini penting mengingat Bandara Betoambari melayani penumpang dari seluruh wilayah Kepulauan Buton, bahkan hingga Muna dan Muna Barat.
La Ode Hadia juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan penerbangan murah di Bandara Betoambari. Menurut politisi Partai Gerindra ini, transportasi udara menawarkan perjalanan yang lebih cepat dan nyaman.
Sejak SAJ melayani penerbangan harian di Bandara Betoambari mulai 8 Juni 2025, aktivitas bandara memang semakin ramai.
Berdasarkan pantauan media ini, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai menjajakan dagangannya, kursi-kursi kantin terisi, dan jasa transportasi roda empat pun semakin menggeliat mengantar serta menjemput penumpang.(Adm)












