Muatan Kontainer Pelni dari Baubau Mayoritas Komoditas Ikan

Kepala Cabang PT Pelni Baubau, Djasman

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – PT. PELNI (Persero) Cabang Baubau menyebut barang yang diangkut kontainer PELNI dari daerah itu kebanyakan muatan basah atau beku (refeer) berupa komoditas ikan untuk tujuan ke barat yakni Jakarta dan Surabaya.

“Kalau pemuatan ikan basah memang mayoritas, itu rata-rata ke arah barat yakni Jakarta. Ada juga Surabaya tapi sekitar 10 persen saja,” ujar Kepala Cabang PT Pelni Baubau, Djasman, di Baubau, Jumat (26/9/2025).

Ia menuturkan, ikan teri maupun beberapa jenis ikan basah lainnya yang akan dimuat kontainer itu sudah di kemas dengan bagus dan dibekukan. Sehingga kondisinya tetap segar saat tiba.

Djasman mengatakan, pemuatan barang melalui kontainer dari Baubau jumahnya tidak menentu. Kondisi tersebut tergantung musim, juga kendala hujan mempengaruhi.

“Jadi, misal barang yang harus dikeringkan tapi karena kondisi hujan sehingga harus menunggu. Kalau untuk jumlah tidak tentu, bisa satu atau dua kontainer saja. Tapi besok ada sembilan kontainer melalui KM Nggapulu,” ujarnya.

Kata dia, pemuatan sedikit ada peningkatan disekitar Agustus, September dan Oktober, juga Maret dan April.

Selain muatan basah atau beku, kata dia, kontainer Pelni juga ada muatan kering atau dry. Muatan tersebut biasanya tujuan ke timur, berupa hasil bumi seperti singkong, jambu mete, nanas, kelapa, dan beberapa buah lainnya.

“Tapi biasanya juga tergantung dari permintaan atau ada memang hubungan antara yang di Baubau dengan di sana seperti juga ada sekeluarga untuk membuat pengiriman,” ujarnya.

Djasman juga mengatakan, perjalanan pengiriman barang ke daerah tujuan tiba sekitar 2 sampai 3 hari. Kapasitas muatan dalam satu kontainer sekitar 17 ton.

Dikatakan, pihaknya mendukung komoditas-komoditas yang ada didaerah itu dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat, dengan menyiapkan sarana untuk pengirimannya melalui kapal PT Pelni.

“Mungkin kalau saran saya kenapa tidak sekalian ada membuat pabrik di sini seperti dalam bentuk pengalengan, dimana kita sudah bisa mengirim dalam bentuk baku ikannya langsung ke konsumen. Atau mungkin komoditi-komoditi lain,” katanya.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *