Baubau, (Pantautoday.com) – Pelaksana Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau, Mursiddin mengaku optimistis bisa membayarkan gaji karyawan yang tertunggak karena melihat pendapatan perusahaan sebulan terakhir tergolong stabil.
“Mudah-mudahan bila pendapatan kami setiap bulan stabil, saya sangat optimis tahun ini bisa bayar dan itu memang menjadi agenda utama saya karena gaji adalah hak dasar pegawai,” kata Mursiddin, di Baubau, Rabu (7/6/2023).
Ia optimistis gaji karyawan yang masih tertunggak empat bulan dapat dibayarkan tahun ini.
PDAM Baubau mulai lancar membayar gaji karyawannya selama dua bulan terakhir seiring pembenahan pengelolaan keuangan ditubuh perusahaan daerah itu
Kata dia, ketika dirinya dipercaya memimpin PDAM pada awal Mei 2023, perusahaan masih menunggak gaji karyawan selama lima bulan.
Mengetahui itu, dirinya kemudian mengupayakan pembayaran gaji itu, walaupun tidak sekaligus karena merupakan hak dasar karyawan.
“Ketika saya masuk bulan Mei, saya lakukan pembayaran satu bulan. Sehingga gaji pegawai tertinggal sisa empat bulan. Tapi untuk bulan ini, kami juga sudah gajian per tanggal 5 Juni,” ujar Inspektur Pembantu (Irban) II Inspektorat Baubau ini.
Pria yang pernah menjabat Sekretaris BPKAD Baubau ini, juga terus memotivasi karyawan agar sama-sama memperbaiki PDAM sehingga dapat terus eksis.
“Saya sampaikan teman-teman karyawan, kalau bukan kita yang perbaiki PDAM, siapa lagi. Jadi masing-masing kita harus merasa memiliki dan bertanggung jawab agar eksistensi PDAM tetap berjalan dengan baik sampai kapan pun,” tuturnya.
Mursiddin mengatakan, selain fokus membenahi keuangan PDAM, ia bersama jajarannya saat ini sedang memperbaiki tiga mesin pompa yang rusak di wilayah zona 1.
“Jadi ketika saya masuk di PDAM, mesin kami di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Badia rupanya rusak tiga unit dari empat mesin yang ada. Akibatnya pelayanan yang tadinya mengalir sekali seminggu, jadi dua minggu sekali karena penurunan produksi air kami,” ujarnya.
Atas kondisi itu, upaya perbaikan telah dilakukan dan hasilnya dua mesin sudah bisa berjalan. Pun begitu diakuinya, masih belum maksimal karena mesin tersebut masih butuh sebuah alat yang dipesan khusus dari luar daerah.
“Jadi alat yang diperlukan mesin itu harus beli di Jakarta. Kami sudah pesan alatnya dan dalam waktu dekat akan tiba di Baubau,” katanya.
Mursiddin mengatakan, pihaknya secepatnya memperbaiki mesin tersebut agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal.
Untuk diketahui, pelayanan PDAM Baubau terbagi 3 zona yaitu zona 1 Kecamatan Betoambari, Murhum dan Batupoaro. Sedangkan zona 2 kecamatan Wolio dan sekitarnya serta zona 3 Kecamatan Bungi dan sekitarnya.
“Untuk pelayanan di zona 2 dan zona 3 sampai saat ini berjalan dengan normal,” pungkas Mursiddin.(adm)












