Baubau, (Pantautoday.com) – Pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Perikanan menyosialisasikan gemar makan ikan kepada masyarakat sebagai salah satu upaya menangani stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak.
Kegiatan Sosialisasi Safari Gemarikan atau Ayo Makan Ikan itu dibuka Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse dan dihadiri perwakilan masyarakat dari 12 kelurahan beresiko stunting, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat dan Lurah se-Kota Baubau, bertempat di Aula Kantor Dinas Perikanan Baubau, Senin (26/6/2023).
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengatakan, sajian makan untuk anak diutamakan agar gizi anak terpenuhi untuk mencegah stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak. Sebab menurutnya, dibeberapa kelompok masyarakat terkadang dalam penyajian makan lebih diutamakan orang tua khususnya bapak ketimbang anak.
“Kadang-kadang penghormatan kepada orang tua utamanya bapak dilambangkan dengan sajian makan karena dianggap bapak itu pekerja sehingga butuh pasokan makan yang cukup. Padahal mereka kurang memahami, justru anak-anak yang lagi tumbuh, juga butuh pasokan gizi yang cukup sehingga ini yang perlu kita ubah dimasyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Wali Kota juga meminta pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dapat membantu Pemkot Baubau mensosialisasikan pola makan yang baik yang memihak pada anak.
Menurut Wali Kota, lewat sosialisasi Gemar Makan Ikan yang digelar Dinas Perikanan Baubau dengan menggandeng pelaku UMKM dibidang kuliner itu, diharapkan pula dapat membuat inovasi olahan ikan yang disukai anak-anak.
“Jadi produk perikanan turunannya harus kita buatkan inovasi, karena mungkin dengan model baru itu, anak-anak kemudian suka makan ikan. Karena, kadang-kadang anak kalau lihat ikan mungkin tidak suka, tapi jika dilihat dalam bentuk lain namun isinya tetap ikan, maka itu bisa jadi satu cara sehingga anak bisa gemar makan ikan utamanya untuk pengentasan stunting di Kota kita,” ujarnya
Kepala Dinas Perikanan Baubau, Yulia Widiarti mengatakan, sosialisasi gemar makan ikan merupakan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menangani stunting.
Karena itu, pihaknya mengundang perwakilan masyarakat dari 12 kelurahan beresiko stunting agar mereka bisa menyebarluaskan gerakan gemar makan ikan kepada semua masyarakat di kelurahan tempatnya tinggal.
Yuli menyebut, 12 kelurahan di Baubau berisiko stunting yaitu Kelurahan Katobengke, Bukit Wolio Indah, Lipu, Wangkanapi, Bataraguru, Sukanaeyo, Labalawa, Waborobo, Kampeonaho, Palabusa, Sulaa dan Kadolokatapi.
“Harapan kita, perwakilan masyarakat ini bisa menyosialisasikan tentang gemar makan ikan karena ini merupakan salah satu strategi untuk menurunkan angka stunting kita,” terangnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Perikanan Baubau juga memperkenalkan beragam olahan ikan sehingga masyarakat bisa punya banyak pilihan rasa menyantap makanan yang mengandung protein tinggi itu.
“Biasanya orang makan ikan itu hanya sekadar lauk sehari-hari. Tapi dengan hari ini kita menampilkan berbagai macam olahan ikan, sehingga masyarakat bisa banyak pilihan aneka ragam olahan ikan mulai dari es krim, cake, siomay, pangsit dan kerupuk,” tutur mantan Kepala BPKAD Baubau ini.
Ia mengatakan, selama ini pihaknya juga membina beberapa pelaku UMKM bidang kuliner dalam mengembangkan beragam olahan ikan mulai dari hasil perikanan tangkap maupun budidaya.
“Dan hari ini kita undang mereka (pelaku UMKM) menampilkan beragam olahan ikan tersebut sehingga masyarakat bisa mengetahui,” tutupnya.(adm)












