Penumpang Bandara Betoambari Baubau Capai 107 Ribu Selama 2025

Pesawat saat mendarat di Bandara Betoambari Baubau beberapa waktu lalu.(ist)

BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Bandara Betoambari Baubau mencatatkan lonjakan signifikan jumlah penumpang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data, arus penumpang tumbuh sebesar 54,77 persen dibandingkan tahun 2024, yang dipicu oleh kehadiran pesawat besar dan harga tiket yang lebih terjangkau.

​Koordinator Teknik, Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat UPBU Betoambari, Fadli, memaparkan bahwa jumlah penumpang tahun 2025 mencapai 107.889 orang. Angka ini meningkat drastis dari tahun 2024 yang hanya sebanyak 69.713 orang.

​”Dari total jumlah penumpang 2025, sebanyak 54.322 orang merupakan penumpang tiba dan 53.577 orang penumpang berangkat,” ujar Fadli, Selasa (20/1/ 2026).

Ia mengatakan, ​faktor utama peningkatan ini adalah kehadiran armada maskapai Super Air Jet (SAJ) yang mengoperasikan Airbus A320. Dengan kapasitas 180 kursi per penerbangan, Airbus menawarkan ruang angkut jauh lebih besar dibanding armada sebelumnya pesawat ATR milik Wings Air, yang hanya berkapasitas 72 kursi.

Ia juga mengatakan, ​selain kapasitas, penurunan harga tiket menjadi pemicu utama antusiasme masyarakat. Pada 2024, tiket rute Makassar-Baubau berada di kisaran Rp1,6 juta. Namun, hadirnya armada baru menekan harga ke angka Rp700 ribuan, bahkan sempat menyentuh Rp600 ribuan saat diskon Nataru.

​Fadli menambahkan, sementara untuk muatan kargo justru mengalami penurunan. Tercatat kargo tahun 2025 sebesar 111.735 kg, turun dari angka 134.298 kg pada tahun sebelumnya.

​Memasuki awal tahun 2026, tren kenaikan penumpang di Bandara Betoambari terpantau masih berlanjut. Saat ini kata Fadli, tingkat keterisian kursi pesawat (seat load factor) rata-rata di atas 90 persen.

“Dengan data penumpang tahun 2025 ini, kami berharap layanan penerbangan di Bandara Betoambari bisa segera ditambah rutenya, tidak hanya Baubau-Makassar,” tutupnya.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *