BAUBAU, (PANTAUTODAY.COM) – Wali Kota Baubau, Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota, Wa Ode Hamsinah Bolu kembali menunjukkan gebrakan dengan berupaya menekan tarif kargo udara setelah sebelumnya berhasil menurunkan harga tiket pesawat. Langkah ini diharapkan dapat membuka keran potensi ekonomi Kepulauan Buton agar produk lokal bisa menembus pasar domestik hingga mancanegara.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Betoambari Baubau, Anas Labakara mengatakan, inisiatif ini merupakan hasil komunikasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kota Baubau, khususnya Gubernur dan Wali Kota, dengan pihak Lion Group. Selama ini, biaya kargo udara dari Baubau ke Makassar mencapai Rp70.000 per kilogram.
“Alhamdulillah hari ini ada respon dari Lion Kargo, menurunkan Surat Muatan Udara (SMU) yang semula di angka sekitar Rp55.000, saat ini sampai Makassar itu Rp6.800 dan sampai Jakarta Rp8.300,” ungkap Anas, Kamis (24/7/2025).
Ia menyebut, meskipun biaya final nantinya tergantung agen, namun penurunan tarif kargo ini dipastikan paling maksimal hingga Rp15.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp70.000. Penurunan tarif kargo ini membuka peluang besar, salah satunya bagi sektor perikanan Kepulauan Buton yang melimpah ruah.
Anas mengatakan, dengan waktu tempuh hanya 3 jam dari Baubau ke Jakarta (berangkat jam 5 sore, tiba jam 8 malam), ikan-ikan segar dari perairan Buton dijamin tetap segar setibanya di ibu kota. “Ikan di Kepulauan Buton ini masih fresh dan alami. Tidak ada pabrik yang mencemari laut,” tambahnya.
Pihaknya berharap supply and demand dapat terjaga. Ia membandingkan Bandara Halu Oleo Kendari, dengan jenis pesawat yang sama bisa mempertahankan harga kargo antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Di Bandara Betoambari, tarif kargo diharapkan tidak melampaui itu.
Dengan turunnya tarif kargo ini, Anas juga berharap pola pengiriman barang yang sebelumnya sering berputar melalui Kendari akan beralih langsung melalui Bandara Betoambari.
“Dengan layanan sama dan biaya yang mirip, serta memangkas waktu karena berada di Bandara Betoambari, diharapkan masyarakat Kepulauan Buton dapat merasakan manfaat langsung,” katanya.
Selain perikanan, penurunan tarif kargo ini juga menjadi angin segar bagi seluruh produk UMKM di Kepulauan Buton, asalkan bukan barang berbahaya (Dangerous Goods). Saat ini kapasitas angkut kargo melalui Bandara Betombari mencapai tiga ton, cukup untuk memenuhi permintaan pasar secara konsisten.
Dengan turunnya tarif kargo tersebut, secara otomatis manfaat atau peluang pengiriman barang bagi pelaku usaha khususnya akan lebih hemat dan bisa meraih keuntungan.(Adm)












