Zona Nilai Tanah Jadi Instrumen Penting Peningkatan PNBP Kementerian ATR/BPN

Ilustrasi- pegawai Kementerian ATR/BPN

(PANTAUTODAY.COM) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Zona Nilai Tanah (ZNT) menjadi instrumen penting yang secara signifikan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di kementeriannya. Menurutnya, ZNT berkontribusi rata-rata hingga 47 persen per tahun terhadap PNBP.

​Pernyataan ini disampaikan Nusron dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI di Jakarta pada Senin (8/9/2025). Ia menjelaskan bahwa ZNT digunakan sebagai dasar penetapan tarif untuk beberapa layanan pertanahan, seperti pendaftaran perpanjangan dan pembaruan hak atas tanah, serta layanan pemindahan hak atas tanah baik untuk perorangan maupun badan hukum. ZNT juga menjadi acuan dalam informasi nilai aset properti.

​”Kontribusi ZNT terhadap layanan pertanahan rata-rata 47 persen per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa empat layanan pertanahan yang menggunakan ZNT ini telah berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi PNBP Kementerian ATR/BPN secara nasional,” ujar Nusron.

​Hingga saat ini, cakupan peta ZNT telah mencapai 43,28 juta hektare, atau sekitar 63,21 persen dari total luas kawasan budidaya di Indonesia. Namun, Nusron tidak merinci kontribusi ZNT dalam nilai nominal. Ia juga menyoroti masih rendahnya cakupan ZNT di beberapa pulau besar, seperti Kalimantan, Papua, dan NTT, yang masih di bawah 40 persen.

​Lebih dari Sekadar Nilai Tanah
​Selain untuk layanan pertanahan, Nusron menjelaskan, ZNT memiliki banyak fungsi strategis. ZNT digunakan sebagai acuan dalam pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur dan sebagai referensi untuk penentuan tarif pelayanan pertanahan.

​Nilai yang disajikan dalam peta ZNT adalah nilai pasar yang berlaku saat ini, yang membuatnya lebih tinggi dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Dengan demikian, ZNT bisa menjadi referensi perpajakan daerah, namun perlu penyesuaian kebijakan dari pemerintah daerah.

​Lebih lanjut, ZNT juga berperan dalam penataan ruang, di mana ia menjadi referensi untuk penyusunan revisi tata ruang dan penertiban pelanggaran pemanfaatan ruang. Bagi para investor properti, ZNT yang transparan akan menciptakan iklim investasi yang sehat dan terukur karena menjadi acuan yang jelas dalam transaksi jual beli.(Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *