Baubau, (Pantautoday.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, akan menggelar Festival Kabhanti sebagai upaya pelestarian karena dikhawatirkan hampir punah.
Kepala Dinas Dikbud Baubau, MZ Tamsir Tamim mengatakan, festival Kabhanti akan digelar selama tiga hari tepatnya 13-15 Juni 2023 di Lapangan Kara Kompleks Benteng Keraton Wolio
Pada festival itu, kata dia, pihaknya membuka dua kategori peserta yakni kategori pelajar SMP dan SMA serta kategori Umum. Masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai peserta di Kantor Dikbud Baubau sampai 12 Juni 2023.
“Bagi peserta kategori pelajar dapat memilih salah satu Kabhanti berjudul Kambampuu atau Anaana Maelu, sementara untuk kategori umum dapat memilih Kabhanti berjudul Bula Malino atau Kanturu Mohelana dengan durasi 8-10 menit,” ujar Tamsir, di Baubau, Selasa (6/6/2023).
Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse merasa khawatir terhadap kepunahan Kabhanti atau karya sastra berisi syair-syair dalam bahasa daerah Wolio seiring perkembangan zaman yang membuat generasi kekinian tak lagi tahu budaya tersebut.
Karena itu, orang nomor satu di Baubau itu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau melestarikan naskah kuno tersebut yang kemudian direspon melalui pelaksanaan Festival Khabanti.
“Jadi yang disampaikan bapak Wali Kota direspon Dikbud Baubau untuk melaksanakan festival Kabhanti. Kanapa dilaksanakan, karena pak Wali Kota melihat bahwa Kabhanti akan punah dengan sendirinya kalau tidak ada upaya pelestarian seperti melalui lomba,” ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Baubau, Nanik Gustianingsih menambahkan, festival Khabanti dilaksanakan sebagai upaya pelestarian. Sebab, warisan leluhur masyarakat Buton itu telah tercatat sebagai sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Jadi Kabhanti Bula Malino tercatat di tahun 2013 dan Kabhanti Kaluku Panda ditahun 2021,” ujarnya.
Kepala Seksi Kesenian Tradisional dan Tenaga Kebudayaan Dikbud Baubau, Amsia Nduiya mengatakan, sejauh ini jumlah pendaftar sudah mencapai puluhan orang baik itu kategori pelajar dan umum. Mereka berasal dari Baubau, Kabupaten Buton dan Buton Selatan.
Ia mengatakan, dalam lomba Kabhanti ini, ada empat kriteria menjadi penilaian yaitu penguasaan lirik, mempoles nada/penghayatan, durasi dan penampilan/kostum.
“Untuk kostum, kami tawarkan sentuhan atau pakaian adat. Tapi berkaitan kostum ini, nanti kami akan sepakati dengan peserta saat teknikal meeting,” ujarnya.
Dikbud Baubau menyiapkan total hadiah uang tunai puluhan juta rupiah, piala dan piagam bagi peserta yang berhasil meraih juara pada festival Kabhanti tersebut.(adm)













